- Home
- /
- EkBis
- /
- Agribisnis
Antisipasi El Nino, Kementan Genjot Pengembangan Hortikultura Lahan Kering
Kredit Foto: Antara/Basri Marzuki
Menghadapi potensi dampak fenomena El Nino, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah strategis dengan mengembangkan program hortikultura di lahan kering.
Program ini dijalankan melalui Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang difokuskan sebagai upaya memperkuat produksi, teknologi, hingga kelembagaan petani.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim, khususnya di wilayah dataran tinggi dan lahan kering yang rentan terhadap keterbatasan air.
Melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan mendorong pembangunan kawasan hortikultura terpadu berbasis komoditas unggulan, sekaligus memperkuat sistem agribisnis dari hulu ke hilir.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menjelaskan bahwa program ini akan mencakup 10 kecamatan di Enrekang.
Fokus utamanya adalah pengembangan bawang merah dalam 13 klaster serta kentang di 4 klaster. Bawang merah sendiri menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan nilai perputaran yang diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.
Freddy menekankan pentingnya sinergi lintas pihak dalam keberhasilan program ini. “Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan sektor hortikultura. Seluruh pihak yang terlibat dalam HDDAP harus memiliki semangat yang sama untuk mentransformasi pertanian menuju sistem agribisnis modern,” kata Freddy, dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian, Sabtu (25/4).
Program ini juga diarahkan untuk mendorong petani naik kelas melalui penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). Dengan pendekatan ini, pengelolaan agribisnis dilakukan secara terintegrasi, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga pemasaran berbasis kualitas.
Dari sisi implementasi, progres program menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Verifikasi dan validasi CPCL untuk bawang merah telah mencapai 95 persen, sementara untuk kentang sudah menyentuh 100 persen.
Selain itu, penyusunan dokumen perencanaan kawasan (Horticulture Cluster Development Plan/HCDP) juga terus dipercepat agar pelaksanaan program berjalan tanpa hambatan.
Berbagai tantangan khas lahan kering turut menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan sumber air, ketergantungan pada musim hujan, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi harga.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementan menyiapkan sejumlah intervensi seperti pengembangan irigasi berbasis pompa, pemetaan sumber air, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta penguatan rantai pasok dan kemitraan dengan offtaker.
Tak hanya menjaga produktivitas di tengah ancaman El Nino, program ini juga membuka peluang ekspor. Bawang merah asal Enrekang dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah, dengan catatan konsistensi produksi dan pemasaran terus ditingkatkan.
Dari sisi sosial, HDDAP turut memberikan dampak positif melalui penciptaan lapangan kerja baru, khususnya bagi tenaga fasilitator dan tenaga ahli lokal yang terlibat dalam pendampingan petani.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering dan Panjang, Ancaman El Nino Mengintai
Baca Juga: Siaga Super El Nino, Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan Nasional
Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Zulkarnain Kara, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program ini. Menurutnya, fenomena El Nino harus dihadapi dengan pendekatan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.
“Kita akan menghadapi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Kami menyambut baik program HDDAP sebagai solusi konkret dalam menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: