Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Antam (ANTM) Bukukan Laba Rp3,66 Triliun di Kuartal I 2026, Melesat 58%

        Antam (ANTM) Bukukan Laba Rp3,66 Triliun di Kuartal I 2026, Melesat 58% Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Antam (Persero) Tbk (ANTM) mencatatkan lonjakan kinerja yang impresif pada kuartal I 2026. Di tengah tekanan global seperti fluktuasi harga komoditas, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta perlambatan ekonomi dunia, Perseroan tetap mampu membukukan pertumbuhan profitabilitas yang signifikan.

        Antam mencatat laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun, naik 58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,32 triliun. Sejalan dengan itu, EBITDA juga tumbuh 55% menjadi Rp5,05 triliun, dari sebelumnya Rp3,26 triliun pada kuartal I 2025.

        Kinerja positif ini turut ditopang oleh peningkatan penjualan. Pada kuartal I 2026, penjualan bersih mencapai Rp29,32 triliun, tumbuh 12% dari Rp26,15 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan domestik mendominasi dengan kontribusi sebesar Rp28,31 triliun atau setara 97% dari total penjualan.

        Dari sisi segmen, emas masih menjadi kontributor utama dengan porsi sekitar 81% dari total penjualan. Penjualan emas tercatat sebesar Rp23,89 triliun, meningkat 11% dibandingkan Rp21,61 triliun pada kuartal I 2025. 

        Sementara itu, segmen nikel yang mencakup feronikel dan bijih nikel menyumbang 15% atau Rp4,47 triliun, naik 19% dari Rp3,77 triliun. Segmen bauksit dan alumina juga menunjukkan pertumbuhan dengan kontribusi 3% atau Rp879,14 miliar, meningkat 24% dari Rp708,75 miliar.

        Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menjelaskan bahwa capaian ini tidak terlepas dari strategi perusahaan yang adaptif. Ia menekankan pentingnya inovasi pemasaran serta pengendalian biaya yang disiplin di seluruh lini operasional sebagai kunci keberhasilan di tengah kondisi global yang menantang.

        Dari sisi neraca, Antam juga menunjukkan penguatan yang signifikan. Total aset meningkat 31% menjadi Rp63,30 triliun dari Rp48,30 triliun pada kuartal I 2025.

        Ekuitas turut naik 17% menjadi Rp40,41 triliun dari Rp34,62 triliun. Sementara itu, posisi kas dan setara kas mencapai Rp9,04 triliun, meningkat 31% dari Rp6,92 triliun, mencerminkan fleksibilitas keuangan yang semakin kuat untuk mendukung ekspansi usaha.

        Baca Juga: Antam Borong 100% Emas Freeport di 2026

        Baca Juga: Harga Patokan Mineral Bayangi Bisnis Feronikel Antam, Penjualan Anjlok 46%

        “Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham,” tambah Untung Budiharto.

        Dengan capaian ini, Antam menunjukkan ketahanan bisnis sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di sektor pertambangan nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: