Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Serang Kanselir Jerman, Tak Terima Soal Kritikan Perang Amerika Serikat-Iran

        Trump Serang Kanselir Jerman, Tak Terima Soal Kritikan Perang Amerika Serikat-Iran Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat baru-baru ini dibuat kesal oleh pernyataan dari Kanselir JermanFriedrich Merz. Hal ini terkait dengan kritikan sosok tersebut soal perang dari Washington dan Iran di Timur Tengah.

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan kritik tajam terhadap Merz. Ia menegaskan bahwa konflik tersebut diperlukan untuk mencegah senjata nuklir jatuh ke tangan dari Iran.

        Baca Juga: Jerman: Amerika Serikat Telah Dipermalukan Iran

        "Kanselir Jerman, Friedrich Merz berpikir tidak masalah jika musuh kita memiliki senjata nuklir. Dia tidak tahu apa yang dia bicarakan. Jika Iran memiliki senjata nuklir, seluruh dunia akan menjadi sandera," ujar Trump.

        Trump menegaskan bahwa langkah yang diambilnya saat ini seharusnya sudah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Pernyataannya juga mencerminkan kekecewaannya terhadap sekutunya yang tidak mendukung perang dari Iran dan Amerika Serikat.

        "Saya melakukan sesuatu terhadap mereka sekarang yang seharusnya sudah dilakukan oleh negara atau presiden lain sejak lama," katanya.

        Trump juga menyindir kondisi Jerman. Menurutnya kondisi ekonomi negara tersebut yang tengah dilanda tekanan adalah hasil kinerja buruk dari Merz.

        "Tidak heran jika negara itu berkinerja buruk, baik secara ekonomi maupun dalam hal lainnya!" tegas dari Trump.

        Adapun Jerman selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu paling setia dari Amerika Serikat dan Israel. Namun operasi militer terbaru membuat tekanan ekonomi global, yang mana turut mempengaruhi ekonomi dari Jerman.

        Sebelumnya, Merz memberikan sindiran pedas ke Amerika Serikat. Iran menurutnya telah membuat kewalahan pihak dari Washington di Timur Tengah.

        Menurutnya, Amerika Serikat dibuat kebingungan dengan situasi yang tidak bisa diprediksi, hingga mereka tidak memiliki strategi keluar yang jelas dari perangnya dengan Iran.

        "Masalah dalam konflik seperti ini bukan hanya bagaimana masuk, tetapi bagaimana keluar. Kita melihatnya dengan sangat menyakitkan di Afghanistan. Kita juga melihatnya di Irak," ujarnya.

        Iran menurutnya tampil lebih kuat dari yang sebelumnya diperkirakan. Hal ini terlihat dalam bagaimana mereka hadir dalam negosiasi damai dengan Amerika Serikat. Islamic Revolutionary Guard Corps juga menurutnya turut mempermalukan pihak dari Washington.

        Baca Juga: Trump Klaim Iran Kolaps: Amerika Serikat Diminta Stop Blokade Selat Hormuz

        "Pejabat Iran jelas bernegosiasi dengan sangat terampil dan tampak jauh lebih kuat dari yang kita kira," kata Merz.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: