Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gegara Kritik Operasi Iran, Amerika Serikat Mau Tarik Pasukannya di Jerman

        Gegara Kritik Operasi Iran, Amerika Serikat Mau Tarik Pasukannya di Jerman Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan Amerika Serikat dan Jerman memanas menyusuk kritikan negara kawasan euro tersebut atas operasi militer yang dilakukan oleh Washington di Iran. 

        Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan pemerintahannya sedang mengkaji kemungkinan pengurangan jumlah pasukannya di Jerman. Ia menyebut keputusan terkait hal tersebut akan ditentukan dalam waktu dekat.

        Baca Juga: Uni Eropa: Konflik Iran-Amerika Serikat Akan Berdampak Panjang

        “Keputusan akan dibuat dalam waktu yang tidak lama lagi,” ujarnya.

        Ia menyoroti minimnya kontribusi militer dari negara tersebut, termasuk tidak mengerahkan angkatan laut untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.

        Jerman sendiri merupakan salah satu lokasi utama penempatan pasukan dari Amerika Serikat di Eropa. 33.900 tentara diperkirakan telah ditempatkan di negara tersebut.

        Rencana pengurangan pasukan berpotensi memengaruhi hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa. Langkah ini juga dapat dilihat sebagai bentuk tekanan politik terhadap Jerman.

        Jika terealisasi, pengurangan pasukan dapat mengubah dinamika keamanan di Eropa. Belum ada tanggapan resmi dari Jerman. Isu ini menambah daftar ketegangan global yang dipicu konflik di Timur Tengah.

        Langkah ini muncul di tengah memanasnya hubungan dengan Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Sebelumnya, Merz mengkritik kebijakan operasi militer dari Amerika Serikat. Trump menurutnya telah dipermalukan oleh Teheran.

        Menurutnya, Amerika Serikat dibuat kebingungan dengan situasi yang tidak bisa diprediksi, hingga mereka tidak memiliki strategi keluar yang jelas dari perangnya dengan Iran.

        "Masalah dalam konflik seperti ini bukan hanya bagaimana masuk, tetapi bagaimana keluar. Kita melihatnya dengan sangat menyakitkan di Afghanistan. Kita juga melihatnya di Irak," ujarnya.

        Iran menurutnya tampil lebih kuat dari yang sebelumnya diperkirakan. Hal ini terlihat dalam bagaimana mereka hadir dalam negosiasi damai dengan Amerika Serikat. Islamic Revolutionary Guard Corps juga menurutnya turut mempermalukan pihak dari Washington.

        Baca Juga: Harga Minyak Naik, Iran Sebut Blokade Amerika Serikat Gagal

        "Pejabat Iran jelas bernegosiasi dengan sangat terampil dan tampak jauh lebih kuat dari yang kita kira," kata Merz.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: