Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Morgan Stanley Perluas Layanan Kripto, Fee Trading E*Trade Akan Murah!

        Morgan Stanley Perluas Layanan Kripto, Fee Trading E*Trade Akan Murah! Kredit Foto: Reuters/Mike Blake
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Morgan Stanley memperluas ekspansi bisnis aset digital dengan menghadirkan layanan perdagangan kripto di E*Trade. Langkah ini diposisikan sebagai alternatif berbiaya lebih rendah dibandingkan layanan perdagangan kripto ritel yang sudah ada di pasar.

        Morgan Stanley pada tahap awal akan menjalankan program uji coba dengan mengenakan biaya transaksi sebesar 50 basis poin dari nilai transaksi bagi pengguna dari E*Trade. Biaya tersebut lebih rendah dibandingkan sejumlah platform besar lainnya yang mengenakan biaya sekitar 60 hingga 95 basis poin.

        Baca Juga: Tertekan Pasar Kripto, Pendapatan COIN Susut 18% di Kuartal I 2026

        Head of Wealth Management Morgan Stanley, Jed Finn mengatakan langkah ini bukan sekadar menawarkan biaya perdagangan yang lebih murah, tetapi juga bagian dari perubahan besar dalam akses investor terhadap aset digital.

        “Inisiatif ini lebih dari sekadar menawarkan perdagangan kripto murah, tetapi bertujuan untuk ‘mendisintermediasi para disintermediator’,” ujar Jed Finn.

        Ia menggambarkan langkah tersebut sebagai pergeseran struktural dalam cara nasabah mengakses aset digital.

        Morgan Stanley menargetkan layanan perdagangan kripto tersebut dapat tersedia bagi seluruh pengguna platform tradingnya pada akhir tahun ini. Ekspansi terbaru itu melanjutkan sejumlah langkah agresif perusahaan di sektor kripto dalam beberapa bulan terakhir.

        Sebelumnya, bank investasi tersebut telah meluncurkan produk exchange-traded fund (ETF) bitcoin dan tengah menyiapkan produk serupa yang terkait dengan Ethereum dan Solana.

        Di sisi infrastruktur, mereka juga mengajukan izin national trust bank charter yang memungkinkan perusahaan menyimpan atau melakukan kustodian aset digital secara langsung.

        Selain itu, perusahaan juga tengah mempertimbangkan layanan yang memungkinkan konversi kepemilikan kripto menjadi produk exchange-traded tanpa harus menjual aset terlebih dahulu.

        Baca Juga: RUU Kripto Amerika Serikat Belum Final, Dua Pekan ke Depan Akan Krusial untuk Bitcoin Cs

        Morgan Stanley juga disebut sedang mempersiapkan potensi perdagangan saham yang ditokenisasi atau tokenized equity trading pada akhir tahun ini sebagai bagian dari pengembangan ekosistem aset digitalnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: