Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        RI Jago Bikin Produk Tapi Branding Masih ‘Kalah’, Ekraf Siapkan Jawaban

        RI Jago Bikin Produk Tapi Branding Masih ‘Kalah’, Ekraf Siapkan Jawaban Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa tenaga kreatif Indonesia memiliki keunggulan dalam menciptakan produk, namun kerap kesulitan bersaing di pasar yang lebih luas.

        Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh lemahnya aspek branding, packaging, dan visual merchandising. Karena itu, ia mendorong penguatan ketiga elemen tersebut agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih kuat.

        Hal ini disampaikan Irene dalam audiensi bersama The Asia Group di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Pertemuan tersebut membahas pengembangan kewirausahaan kreatif bagi pelajar dengan The Asia Group melalui Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program. 

        “Indonesia itu jago membuat produk, tetapi sering kali branding dan packaging-nya masih kurang sehingga belum mampu bersaing lebih luas. Padahal sekarang visual sangat penting, mulai dari penataan, identitas merek, sampai cara menampilkan produk,” ujar Wamen Ekraf, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekraf, Kamis (7/5).

        Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program merupakan program tahunan yang dijalankan Starbucks Indonesia bersama Prestasi Junior Indonesia. Kegiatan itu melibatkan pelajar SMA/SMK dalam pembentukan student company melalui pendampingan bisnis, pengembangan produk, hingga kompetisi tingkat nasional.

        Wamen Ekraf menambahkan keterlibatan pelajar dalam praktik bisnis secara langsung dapat membantu mereka memahami industri kreatif sebagai peluang karier dan usaha di masa depan. Menurutnya, pengalaman tersebut penting agar generasi muda berani mengeksplorasi ide dan mengembangkan kreativitas sejak dini.

        Program Starbucks Creative Youth Entrepreneurship Program telah melibatkan ribuan pelajar dari berbagai kota di Indonesia. Para peserta mendapatkan pendampingan dari mentor dan relawan untuk mengembangkan ide usaha berbasis keberlanjutan, circular economy, serta pengelolaan bisnis secara kreatif dan kolaboratif.

        Division Manager Corporate PR Communications Sustainability and Social Impact Starbucks Indonesia, Kiki Mochamad Rizki, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada pelajar dalam membangun dan menjalankan usaha. Menurutnya, peserta juga diperkenalkan pada literasi finansial, kerja tim, hingga kemampuan mempresentasikan ide bisnis secara profesional.

        “Kami melihat para siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memahami bagaimana mengelola bisnis, bekerja dalam tim, hingga mempresentasikan ide mereka secara profesional. Bahkan banyak peserta yang mulai membantu usaha keluarganya setelah mengikuti kegiatan ini,” ujar Kiki.

        Baca Juga: Film Na Willa, Langkah Ekraf Bangun Karakter Anak Lewat Layar Lebar

        Baca Juga: Ekraf Bongkar Strategi Cegah Talent Gim Indonesia Direbut Negara Asing

        Audiensi tersebut memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan dalam membangun ekosistem kewirausahaan kreatif bagi generasi muda. 

        Melalui pendekatan berbasis praktik dan pendampingan langsung, Kementerian Ekraf berharap semakin banyak pelajar mampu mengembangkan kreativitas menjadi peluang usaha berkelanjutan di masa depan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: