Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Industri Asuransi Masih Tahan Guncangan Rupiah, AAJI Ungkap Alasannya

        Industri Asuransi Masih Tahan Guncangan Rupiah, AAJI Ungkap Alasannya Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Albertus Wiroyo, menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berfluktuasi akibat ketidakpastian global sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap industri asuransi, baik dari sisi biaya klaim maupun penyesuaian premi.

        Menurut Albertus, tekanan terhadap industri asuransi justru lebih banyak dipengaruhi inflasi layanan kesehatan dibandingkan fluktuasi nilai tukar mata uang. Ia menyoroti persoalan over-treatment hingga perbedaan standar harga layanan kesehatan sebagai tantangan utama yang perlu ditekan.

        “Sebetulnya banyak faktor yang menyebabkan inflasi tersebut. Tadi disebut over-treatment salah satunya, juga ada double standard harga,” kata Albertus usai konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

        Presiden Direktur Sun Life Indonesia ini juga menilai selama faktor-faktor pemicu inflasi kesehatan dapat diminimalkan, pelemahan rupiah belum akan memberikan tekanan besar terhadap bisnis asuransi nasional.

        “Jadi saya pikir kalau itu bisa diminimalkan, walaupun ada penurunan nilai rupiah, sementara ini tidak akan banyak pengaruhnya,” ujarnya.

        Baca Juga: Pemerintah Patok Inflasi 2027 di 2,5%, Rupiah Dijaga Maksimal Rp17.500

        Baca Juga: Respons Gubernur BI Saat Ditanya Rupiah Melemah ke Rp17.424 per Dolar AS

        Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pelemahan rupiah yang masih berlangsung di pasar keuangan domestik. Pada penutupan perdagangan Jumat (8/5/2026), nilai tukar rupiah melemah 49 poin atau 0,28% menjadi Rp17.382 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.333 per dolar AS.

        Sebelumnya, rupiah juga sempat menyentuh level terlemah sepanjang sejarah Indonesia merdeka pada Selasa (5/5/2026), setelah menyentuh Rp17.420 per dolar AS.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: