Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Antisipasi Krisis Timur Tengah, Para Pemimpin ASEAN Sepakat Perkuat Ketahanan Energi dan Lirik Tenaga Nuklir

        Antisipasi Krisis Timur Tengah, Para Pemimpin ASEAN Sepakat Perkuat Ketahanan Energi dan Lirik Tenaga Nuklir Kredit Foto: Dok. BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Para pemimpin negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menyepakati langkah kolektif untuk memperkuat ketahanan energi kawasan.

        Kesepakatan ini dicapai guna merespons ancaman krisis energi global dan gangguan rantai pasok akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

        Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang digelar di Cebu City, Filipina, Jumat (8/5/2026), para pemimpin di negara-negara kawasan menegaskan komitmen mereka untuk menekan dampak ekonomi dari konflik tersebut.

        Salah satu langkah prioritas yang disepakati adalah mengaktifkan mekanisme berbagi bahan bakar regional serta mempercepat pembangunan jaringan listrik terintegrasi di seluruh Asia Tenggara.

        "Kami menyatakan kekhawatiran serius atas situasi yang berkembang cepat di Timur Tengah. Hal ini menimbulkan ancaman serius terhadap kehidupan warga sipil, serta stabilitas perdamaian dan keamanan global," demikian bunyi pernyataan bersama para pemimpin ASEAN.

        Baca Juga: Diversifikasi Bukan Lagi Pilihan, Prabowo Minta ASEAN Percepat Transisi Energi

        Untuk memitigasi gangguan pasokan, ASEAN menyerukan implementasi segera Perjanjian Kerangka Kerja ASEAN tentang Keamanan Minyak Bumi (ASEAN Framework Agreement on Petroleum Security).

        Melalui kerangka ini, negara-negara anggota dapat saling menutupi kebutuhan energi satu sama lain secara sukarela dan komersial di masa krisis.

        Selain mengamankan pasokan minyak, para pemimpin kawasan juga mendorong diversifikasi sumber energi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

        Ke depannya, ASEAN akan memacu pengembangan energi terbarukan dan mulai mengeksplorasi pemanfaatan teknologi baru, termasuk energi nuklir sipil, yang pengoperasiannya diwajibkan tunduk pada standar keselamatan internasional.

        Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menavigasi dinamika geopolitik yang tidak menentu.

        "Mengingat lanskap global yang terus berkembang dan arsitektur dunia multipolar yang muncul, kami menegaskan kembali persatuan komitmen untuk memastikan bahwa ASEAN tetap tangguh, responsif, dan berwawasan ke depan dalam menghadapi guncangan eksternal demi menjaga kesejahteraan masyarakat," tutup pernyataan tersebut.

        Para pemimpin negara di kawasan ASEAN yang hadir dalam acara ini:

        Ferdinand Marcos Jr. Filipina, Presiden Prabowo Subianto, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim — Malaysia, PM Singapura, Lawrence Wong, Hun Manet Kamboja, Sonexay Siphandone dari Laos, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, Presiden Vietnam Le Minh Hung, Sultan Brune, Hassanal Bolkiah dan Perwakilan Kementerian Luar Negeri Myanmar, terakhir Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: