Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jawab Keraguan Ekonom, Purbaya PD Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5% di Kuartal III dan IV

        Jawab Keraguan Ekonom, Purbaya PD Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5% di Kuartal III dan IV Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV tahun ini tetap kuat dan tidak akan turun di bawah 5%. Keyakinan ini sekaligus menjawab pandangan sejumlah ekonom yang memperkirakan perlambatan akibat menurunnya efek belanja pemerintah.

        Purbaya menegaskan proyeksi pesimistis sejumlah pengamat tersebut tidak mempertimbangkan strategi ekonomi pemerintah secara menyeluruh.

        "Mereka tidak tahu strategi ekonomi saya seperti apa Di kuartal III dan IV akan di atas 5,5%. Saya mendorong ke 6% kan," kata Purbaya kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

        Menurutnya, penggerak utama ekonomi pada paruh kedua tahun ini justru berasal dari sektor riil dan aktivitas dunia usaha, bukan semata stimulus fiskal.

        Pemerintah, kata dia, akan memperkuat dorongan ke sektor produktif melalui berbagai kebijakan, termasuk insentif kendaraan listrik, baik mobil maupun motor listrik serta perbaikan akses pendanaan bagi industri berorientasi ekspor.

        Purbaya mengungkapkan dalam waktu dekat pihaknya juga akan menggelar rapat khusus dengan pelaku industri ekspor untuk memastikan mereka memperoleh pembiayaan yang lebih mudah dan murah.

        “Saya akan panggil rapat lagi supaya perusahaan ekspor punya akses kependanaan yang lebih bagus dan lebih murah,” katanya.

        Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Jakarta 5,59 Persen pada Triwulan I 2026, Nasional 5,61 Persen

        Baca Juga: Strategi Purbaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Dari Daya Beli hingga Berantas Barang Ilegal

        Ia menambahkan pemerintah juga akan memanfaatkan lembaga pembiayaan negara, termasuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), untuk memperkuat dukungan terhadap sektor ekspor.

        “Saya bisa masuk lewat lembaga penjamin ekspor Indonesia. Di situ uangnya juga banyak, sebagian selama ini ternyata belum optimal,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: