Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Produk Herbal Asal Bali Sanga Sanga Perluas Pasar ke Uni Eropa di Tengah Tantangan Industri

        Produk Herbal Asal Bali Sanga Sanga Perluas Pasar ke Uni Eropa di Tengah Tantangan Industri Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Brand herbal lokal asal Bali, Sanga Sanga, resmi memperluas jangkauan pasarnya ke kancah internasional setelah mengantongi izin Cosmetic Products Notification Portal (CPNP) atau izin edar resmi untuk pasar Uni Eropa.

        Langkah ini diambil di tengah upaya industri herbal nasional menghadapi tantangan regulasi dan ketatnya persaingan global.

        Pencapaian tersebut disampaikan dalam perayaan hari jadi ke-2 Sanga Sanga yang bertajuk “Berjaya Bersama Sanga Sanga” di Jimbaran, Bali, pada Kamis (14/5/2026).

        Founder & CEO Sanga Sanga, Riva Effrianti, menyatakan bahwa menembus pasar internasional membutuhkan konsistensi besar, terutama dalam memenuhi standar regulasi yang ketat dan membangun kepercayaan konsumen.

        "Banyak tantangan yang harus dihadapi pelaku usaha herbal saat ini. Tidak hanya soal pasar, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, memenuhi regulasi, membangun distribusi, serta terus melakukan edukasi kepada masyarakat," ujar Riva dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026).

        Selain mengamankan izin edar di Eropa, Sanga Sanga sebelumnya juga terlibat sebagai delegasi Indonesia dalam forum World Intellectual Property Organization (WIPO) General Assembly 2025 di Jenewa, Swiss. Kehadiran ini menjadi bagian dari penguatan perlindungan hak kekayaan intelektual produk herbal Indonesia di level global.

        Ekspansi produk lokal ini sejalan dengan data Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang mencatat performa positif UMKM nasional. Hingga Juni 2025, Kemendag melaporkan sebanyak 609 UMKM telah menembus pasar ekspor, dengan potensi transaksi mencapai Rp1,41 triliun melalui program business matching.

        Sanga Sanga merupakan transformasi dari racikan herbal karya Bambang Pranoto, founder PT Kutus Kutus Herbal, yang telah eksis selama lebih dari satu dekade. Dalam perkembangannya, brand ini melakukan penyesuaian menyeluruh mulai dari pembaruan legalitas, sertifikasi BPOM, hingga sertifikasi Halal.

        Bambang Pranoto menilai, kekayaan bahan alami Indonesia memberikan peluang besar bagi produk lokal untuk bersaing di pasar global.

        "Tantangannya sekarang adalah bagaimana produk lokal bisa terus berkembang, dipercaya, dan mampu bersaing secara sehat di pasar yang semakin luas," kata Bambang.

        Dalam momentum perayaan dua tahun ini, Sanga Sanga juga meluncurkan produk inovasi terbaru bernama Sanga Sanga Gatalin, yang diformulasikan khusus untuk mengatasi keluhan gatal dan menjaga kesehatan kulit.

        Dalam dua tahun perjalanannya, brand herbal ini telah membukukan sejumlah penghargaan, antara lain:

        • Rekor MURI Dunia (2024)
        • Penghargaan Inovator Produk Herbal Terbaik dari Bali (2025)
        • Penghargaan Superbrands Indonesia Kategori Produk Herbal (2026)

        Melalui ekspansi pasar dan penguatan legalitas ini, industri herbal dalam negeri diharapkan dapat terus mengoptimalkan potensi pasar wellness global yang menurut data BPOM tahun 2025 telah mencapai nilai USD 7 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: