Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kuba Siapkan 'Warisan Fidel Castro' Jika Diserang Amerika Serikat

        Kuba Siapkan 'Warisan Fidel Castro' Jika Diserang Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Kuba mulai menyiapkan strategi pertahanan menghadapi kemungkinan konflik dengan Amerika Serikat (AS) melalui konsep “perang seluruh penduduk” yang diwariskan era Fidel Castro.

        Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington, media pemerintah Kuba mulai menayangkan berbagai pelatihan militer bagi warga sipil.

        Baca Juga: Di Tengah Krisis Besar, Kuba Siap Berperang Lawan Amerika Serikat

        Strategi tersebut mengadopsi doktrin perang gerilya yang dirancang untuk menguras kekuatan pasukan penyerang di darat, mirip dengan pola pertempuran di Vietnam.

        Konsep ini menempatkan warga sipil sebagai bagian penting dari sistem pertahanan nasional Kuba.

        Pemerintah berharap mobilisasi rakyat dapat memperlambat bahkan melemahkan invasi militer asing jika sewaktu-waktu terjadi.

        Sejarawan Militer, Hal Klepak menilai kemampuan Kuba dalam memobilisasi masyarakat masih sangat kuat meski peralatan tempurnya tergolong tua.

        “Mereka telah menunjukkan, seperti yang telah kita lihat berulang kali dalam bencana alam, bahwa mereka mampu memobilisasi penduduk dan mengevakuasi orang-orang,” kata Klepak.

        Saat ini militer Kuba masih banyak mengandalkan alutsista peninggalan Uni Soviet.

        Namun para pengamat menilai kekuatan utama Kuba justru berada pada kemampuan organisasi pertahanan sipil dan perang asimetris.

        Situasi siaga perang muncul di tengah tekanan besar dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang terus memperketat blokade ekonomi terhadap Kuba.

        Pemerintah Kuba juga telah meminta pengelola gedung-gedung negara di Havana menyiapkan skenario darurat menghadapi kemungkinan serangan militer AS.

        Baca Juga: Begini Cara Kapal Jepang Bisa Lolos Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang Iran-Amerika Serikat

        Langkah tersebut memperlihatkan Havana mulai bersiap menghadapi skenario terburuk dalam hubungan kedua negara yang kembali memanas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: