Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ini Sejumlah Penyebab Kebuntuan Negosiasi Damai Perang Iran-AS

        Ini Sejumlah Penyebab Kebuntuan Negosiasi Damai Perang Iran-AS Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Negosiasi damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami kebuntuan serius di tengah perang yang masih berlangsung di Timur Tengah.

        Media pemerintah Iran menyebut Washington gagal memberikan konsesi nyata dalam tanggapan terbaru terhadap proposal perdamaian yang diajukan Teheran.

        Baca Juga: Trump Ancam Iran: Bergerak Cepat atau Tidak Akan Ada yang Tersisa

        Kantor berita Fars mengungkapkan bahwa Amerika Serikat mengajukan lima tuntutan utama kepada Iran sebagai syarat tercapainya kesepakatan damai.

        Salah satu tuntutan yang paling dipersoalkan adalah permintaan agar Iran hanya mengoperasikan satu fasilitas nuklir dan menyerahkan seluruh stok uranium yang diperkaya tinggi kepada Amerika Serikat.

        Selain itu, Washington juga disebut menolak mencairkan aset-aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

        Menurut laporan media Iran, AS bahkan tidak bersedia melepas sebagian kecil dari aset tersebut.

        Amerika Serikat juga disebut menolak memberikan kompensasi atau reparasi atas kerusakan yang dialami Iran selama perang berlangsung.

        Kondisi itu memicu kritik keras dari media pemerintah Iran yang menilai proposal Washington terlalu berat sebelah.

        “Amerika Serikat, tanpa menawarkan konsesi yang nyata, ingin mendapatkan konsesi yang gagal mereka dapatkan selama perang, yang mana hal ini akan menyebabkan jalan buntu dalam negosiasi,” tulis kantor berita Mehr.

        Kebuntuan negosiasi juga dipengaruhi persoalan Selat Hormuz yang menjadi salah satu isu paling sensitif dalam perundingan.

        Iran menuntut pengakuan penuh atas kedaulatannya terhadap jalur pelayaran strategis tersebut. Namun tuntutan itu ditolak negara-negara Teluk yang menegaskan status internasional Selat Hormuz.

        Kepala Komisi Keamanan Nasional parlemen Iran Ebrahim Azizi mengatakan Teheran telah menyiapkan mekanisme baru untuk mengatur lalu lintas kapal di kawasan itu.

        “Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan mendapat manfaat darinya,” ujar Azizi.

        Ia menambahkan kapal-kapal yang melintas nantinya akan dikenakan biaya tol, sementara pihak yang mendukung “Proyek Kebebasan” Amerika Serikat akan ditolak aksesnya.

        Di tengah mandeknya negosiasi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Iran tetap siap melanjutkan konflik militer langsung dengan Amerika Serikat jika pembicaraan damai gagal menghasilkan kesepakatan yang dianggap adil.

        “Rakyat AS diberitahu bahwa mereka harus menanggung biaya perang pilihan yang meroket terhadap Iran,” tulis Araghchi di media sosial X.

        Baca Juga: Timing Sensitif! Iran Sita Kapal China Saat Trump dan Xi Bertemu! Sinyal Cemburu?

        Ia juga menyinggung dampak perang terhadap ekonomi Amerika Serikat, mulai dari kenaikan harga energi hingga lonjakan suku bunga dan kredit macet kendaraan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: