Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sebut Terbawa Emosi, Ayah Korban Penembakan di Mimika Ralat Pernyataan Soal TNI

        Sebut Terbawa Emosi, Ayah Korban Penembakan di Mimika Ralat Pernyataan Soal TNI Kredit Foto: Freepik/Rawpixel
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pdt. Anton Wamang mengklarifikasi pernyataannya mengenai keterlibatan oknum TNI dalam tragedi penembakan yang menewaskan putri kandungnya, Nalince Wamang. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan tuduhan yang sebelumnya sempat ia utarakan melalui media massa.

        Nalince Wamang yang masih berusia belasan tahun menjadi korban penembakan di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Insiden maut tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis, 7 Mei 2026 lalu.

        "Beberapa waktu lalu dalam wawancara di televisi saya menyampaikan bahwa pelaku penembakan anak saya adalah TNI," kata Anton dalam keterangan video yang dikonfirmasi oleh Koops TNI Habema pada Minggu, 17 Mei 2026. Anton mengaku tuduhan tersebut keluar spontan karena dirinya sedang berada dalam kondisi emosional yang tinggi.

        Ia mengalami tekanan batin yang sangat berat akibat kehilangan putri tercintanya secara mendadak. Rasa duka yang mendalam diakui membuat dirinya terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum adanya hasil penyelidikan resmi.

        Kini, setelah mendapatkan penjelasan dari pihak berwenang, Anton mengetahui bahwa proses investigasi masih terus berjalan. Proses penyelidikan tersebut melibatkan berbagai pihak lintas instansi secara mendalam.

        "Sehingga melalui kesempatan hari ini saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan oleh TNI, Polri, dan pihak HAM dan lain-lain. Sehingga saya cabut kembali pernyataan saya," kata Anton. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kekeliruan pernyataan sebelumnya dan bersedia mengawal kasus ini bersama aparat.

        "Dan saya mohon maaf nanti kita akan melakukan penyelidikan sama-sama, setelah itu barulah kita akan tentukan kembali," lanjutnya. Anton menegaskan pihak keluarga tetap berharap agar pelaku penembakan yang sebenarnya dapat segera ditangkap.

        Ia menuntut agar proses penegakan hukum berjalan seadil-adilnya bagi mendiang putrinya. "Saya keluarga tetap berharap pelaku akan tertangkap dan proses keadilan berjalan sesuai hukum yang berlaku. Dan itu yang saya bisa sampaikan, saya mohon maaf jika saya salah dalam bahasa tutur kata dan semua hal yang saya sampaikan saya kembalikan," pungkas Anton.

        Baca Juga: Joget Berujung Maut, Prajurit TNI Tewas Diduga Ditembak Rekan Sendiri

        Berdasarkan kronologi pihak TNI, penembakan di area Camp Wini Kalikuluk itu diduga kuat dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata. Aparat menduga aksi keji ini dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) kelompok Guspi Waker demi menunjukkan eksistensi mereka.

        Korban yang diperkirakan berusia 12 hingga 15 tahun tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka tembak. Jenazah korban ditemukan di area perkemahan setelah serangan terjadi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: