Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dipukul, Ditendang, Dicekik: Kesaksian Mencekam ART Mantan Istri Andre Taulany di Komisi III

        Dipukul, Ditendang, Dicekik: Kesaksian Mencekam ART Mantan Istri Andre Taulany di Komisi III Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi III DPR RI pada Senin (18/5/2026) menjadi panggung bagi Herawati, mantan asisten rumah tangga (ART) Rien Wartia Trigina alias Erin—mantan istri Andre Taulany—untuk mengungkap kronologi dugaan penganiayaan yang dialaminya.

        Herawati mengungkap, peristiwa bermula pada 28 April 2026 saat ia sedang membersihkan lantai dua rumah Erin. Saat itu, Erin naik ke lantai dua dan langsung memarahi dirinya karena jendela dan kamar mandi tidak sesuai keinginannya. 

        "Dan mengucapkan kata-kata kasar, seperti 'kamu nih tolol, kamu nih bego, kamu kerja nggak pakai otak,' tadi dia gitu," ucapnya, dikutip Selasa (19/5).

        Kemudian Erin merebut sapu lidi yang dipegangnya dan memukulkan ke kepala bagian belakangnya. Tidak berhenti di satu pukulan, makian kembali dilayangkan.

        "Terus saya kan megang sapu lidi buat ngebersihin sofa, diambil sama beliau dan dipukul-lah kepala saya di bagian belakang. Pertama mukul satu kali, terus Ibu Erin kembali maki-maki saya lagi dengan perkataan kotor dan kasar. Dia bilang, 'kamu nih bener-bener super tolol, tolol kerjanya.' Lalu mengambil sapu yang saya pegang lagi dan dipukul-lah yang kedua kalinya," ucap Herawati.

        Sambil menangis ketakutan, ia  berusaha memohon agar majikannya berhenti, bahkan ia sampai meminta maaf.

        "Habis itu saya nangis ketakutan, saya bilang gini, 'Bu, maaf, Bu, jangan pakai kekerasan, Bu,' saya bilang gitu. Terus beliau tetap maki-maki saya dengan perkataan kasar. Kata dia, 'habis kamu tolol di sini, kerjanya nggak bisa kamu asal-asalan. Tahu nggak ini rumah mewah, bukan rumah kamu, rumah gembel,' kata dia gitu," ujar dia.

        "Lah terus saya bilang, 'Iya maaf, Bu, nanti saya kerjakan semuanya, Bu.' Beliau turun ke bawah ke lantai 1 dan saya pun pas Ibu Erin udah turun saya langsung lari ke kamar mengambil HP saya untuk menghubungi Bu Yayasan saya," imbuhnya.

        Herawati kemudian melapor ke yayasan penyalur melalui pesan WhatsApp, bahkan menunjukkan foto sapu yang digunakan untuk memukulnya. Ia juga mengadu kepada anak kedua Erin, Kenzi, yang berjanji akan menyampaikan kepada ayahnya, Andre Taulany. Namun, Erin kembali memanggil dan menendang kepala Herawati. 

        "Lah habis itu saya dipanggil sama Bu Erin. 'Herawati, Herawati sini!' dari bawah. Saya langsung lari, 'Iya, Bu, iya, Bu,' saya bilang gitu," jelas dia.

        "Ibu Yayasan sudah ngomong kalau ART saya di situ dianiaya mungkin, jadi dia marah. Terus Bu Erin nendang kepala saya. Saya terjengkang di situ dan saya bilang, 'Bu, maaf, Bu, kalau saya salah', saya bilang gitu kan. 'Kamu nih tolol, yayasan kamu juga tolol', kata dia gitu. 'Saya minta pengganti kamu sudah lama, kenapa nggak diganti-ganti?', kata dia gitu," lanjut dia.

        Ia menuturkan yayasan penyalur sempat mendatangi rumah majikannya, namun disuruh pulang oleh Erin. Pihak yayasan pun melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian, dan 4 petugas datang. Ia pun kembali dianiaya karena kini aparat hukum ikut bertindak.

        "Nah, habis itu marahin ke saya. Habis marahin ke saya, dia bilang gini, 'Her, kamu kenapa lapor ke polisi?', katanya. 'Kamu nih tolol ya!', katanya. 'Kamu macam-macam sama saya!'. Habis itu Bu Erin mukul ke kepala saya dengan tangan, tangan kanan dia. Nah, saya bilang, 'Aduh, Kak, aduh, Bu, jangan kayak gitu, Bu'," tutur Herawati.

        Istri Andre Taulany kembali menarikny saat aia ingin meminta pertolongan polisi, sehingga pada saat itu terjadi tarik menarik.

        "Terus Ibu Erin makin narik saya bajunya, sama tangan satunya nyekik saya. Katanya, 'Ayo masuk ke atas! Kamu jangan teriak!', Bu Erin gitu. Terus saya bilang, 'Nggak mau, Bu, saya mau keluar!', saya tarik tangan Bu Erin. 'Saya mau keluar, Bu, saya mau keluar!', saya bilang gitu kan. Terus terjadi tarik-tarikan sama Bu Erin sampai balkon, balkon di luar. Bu Erin keluar di situ, dia melihat kalau ada pihak kepolisian, ada Ibu yayasan saya di depan dia tahu. Terus saya lari pas udah di balkon, dia ngelepas baju saya, saya ngelepas tangan dia. Saya lari nggak pakai sandal, nggak mikirin baju, nggak mikirin HP, nggak mikirin gaji, yang penting saya selamat," ujar dia.

        Baca Juga: Komdigi Blokir Ribuan Nomor Penipu Berkedok Pejabat dan Anggota DPR

        Baca Juga: Wamen PPPA: UU PPRT Fajar Baru, Tapi Cahaya Harus Sampai ke Setiap Rumah

        Sebelumnya, Komisi III DPR RI menilai penggunaan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dalam laporan yang diajukan Rien Wartia Trigina atau Erin terhadap ART-nya, Hera tidak tepat.

        "Komisi III DPR menilai penggunaan UU PDP dalam perkara Hera mantan ART Erin Wartia tidak tepat," kata Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman kepada wartawan, Sabtu (16/5).

        "Bahwa hukum tidak boleh digunakan secara berlebihan terhadap masyarakat kecil," sambungnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: