Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah, ditambah dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ikut anjlok. Kondisi ini menimbulkan keresahan masyarakat, bahkan ada yang khawatir Indonesia akan mengalami krisis ekonomi seperti tahun 1998.
Seorang netizen di platform X bahkan bertanya ke mana masyarakat akan “kabur” jika Indonesia bubar. Pertanyaan itu memicu beragam respons, mulai dari ingin pindah ke Jepang hingga Brazil.
Netizen dengan akun X @wiyokooo menanggapi keresahan tersebut dengan menyayangkan mental generasi Z yang dianggap terlalu rapuh. Ia menilai kondisi ekonomi saat ini belum separah yang dibayangkan.
“Dollar belum juga 100k masa udah mikirin negara bubar aja. Selemah itukah mental Gen Z ini? Inflasi masih di bawah 10%, AS–Iran belum perang terbuka, China–AS malah nongki bareng,” tulisnya, Kamis (21/5).
“Rezim Prabowo itu hanya riak kecil di tengah lautan perjuangan,” imbuhnya
Baca Juga: Ekspor RI ke Tiongkok Tembus Miliar Dolar, Apa Rahasianya?
Baca Juga: Milenial Minta Hentikan Narasi Heroik Habibie Turunkan Dolar
Situasi geopolitik global pun relatif terkendali. Amerika Serikat dan Iran masih melakukan negosiasi perdamaian, sementara hubungan AS–China terlihat akur setelah pertemuan bilateral pada 13–15 Mei 2026 di Beijing.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot pagi hari ini (Kamis, 21 Mei 2026) berada di posisi Rp17.651 per dolar AS, menunjukkan sedikit penguatan sebesar 2 poin (0,01%) dibanding penutupan hari sebelumnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: