Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Perketat Kontrol Internet, Penduduk Teheran Terisolasi Sejak Diserang Amerika

        Iran Perketat Kontrol Internet, Penduduk Teheran Terisolasi Sejak Diserang Amerika Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran terus memperketat kendali terhadap akses internet nasional di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu pemadaman internet terpanjang dalam sejarah negara tersebut.

        Internet di Iran telah lumpuh lebih dari 80 hari sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

        Baca Juga: Amerika Klaim Perang Iran Akan Segera Berakhir: Teheran Sangat Ingin Berdamai

        Di tengah pemutusan akses digital massal itu, Dewan Keamanan Nasional Iran justru menyetujui skema “Internet Pro”, yakni layanan internet khusus berbayar untuk kelompok tertentu.

        Namun layanan tersebut bukan peningkatan kualitas jaringan, melainkan akses terbatas yang memungkinkan sebagian pengguna melewati sensor pemerintah.

        Meski begitu, berbagai platform besar seperti Instagram, X, dan YouTube tetap sulit diakses tanpa bantuan VPN.

        Peneliti Hak Digital Iran, Solmaz Eikder mengatakan pemerintah Iran selama bertahun-tahun menggunakan pemadaman internet sebagai alat untuk memutus komunikasi warga dan membatasi hubungan masyarakat dengan dunia luar.

        “Jutaan orang kini kembali terputus dari ekonomi digital dan komunikasi,” ujarnya.

        Menurut Eikder, pemadaman internet juga pernah dilakukan saat demonstrasi nasional Januari lalu yang dibubarkan secara keras oleh aparat.

        Pemerintah Iran beralasan layanan Internet Pro diperlukan untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan selama masa krisis.

        Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani, mengatakan layanan tersebut dirancang untuk “mencegah gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan memastikan komunikasi bisnis tetap berjalan”.

        Internet Pro hanya diberikan kepada kelompok profesional tertentu seperti startup, perusahaan teknologi, anggota kamar dagang, dan pelaku usaha.

        Setiap pengguna juga diidentifikasi melalui nomor identitas nasional dan nomor telepon yang terdaftar.

        Di saat yang sama, jutaan warga biasa tetap kesulitan mengakses informasi independen akibat sensor ketat pemerintah.

        Spesialis Kebebasan Internet DW, Oliver Linow mengatakan alat pembobol sensor kini semakin sulit bekerja di Iran.

        “Menjadi sangat sulit bagi masyarakat Iran untuk mengakses berita independen dan informasi terpercaya,” katanya.

        Baca Juga: Amerika dan Sekutunya Murka ke Israel Soal Penangkapan Relawan Gaza, Sampai Sebut Jijik!

        Presiden Iran, Masoud Pezeshkian sebelumnya menjanjikan layanan internet akan dipulihkan, namun hingga kini belum ada kepastian kapan pembatasan itu akan berakhir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: