Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Medan Ekstrem, Petugas Tetap Evakuasi Pendulang Emas Korban Serangan KBB di Hutan Lindung Distrik Awimbon

        Medan Ekstrem, Petugas Tetap Evakuasi Pendulang Emas Korban Serangan KBB di Hutan Lindung Distrik Awimbon Kredit Foto: Antara/Raisan Al Farisi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Petugas gabungan terus memaksimalkan penanganan pascaserangan terhadap para pendulang emas di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. 

        Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan seluruh personel akan memaksimalkan upaya penanganan agar situasi tetap terkendali.

        “Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Faizal Ramadhani dalam keterangannya.

        Di tengah medan hutan lebat dan kondisi geografis yang sulit dijangkau, fokus utama aparat saat ini tertuju pada penyelamatan korban selamat, evakuasi korban meninggal dunia, serta pencarian warga yang masih dilaporkan bertahan di kawasan hutan.

        Data sementara mencatat sebanyak 10 orang meninggal dunia dalam peristiwa penyerangan yang terjadi di area hutan lindung lokasi penambangan di Distrik Awimbon. Namun, jumlah korban masih berpotensi bertambah karena sejumlah pendulang emas dilaporkan masih bersembunyi di sekitar lokasi kejadian.

        Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga menjadi pelaku serangan tersebut. Hasil investigasi awal dan analisis video yang beredar mengarah pada dugaan keterlibatan KKB Batalyon Yamue atau Batalyon Yamu yang dipimpin Ronald Hiluka alias Dejang Hiluka. Kelompok itu diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang dengan persenjataan satu pucuk senjata jenis AR-15 dan beberapa senjata api rakitan.

        Meski lokasi kejadian berada di Kabupaten Pegunungan Bintang, akses menuju titik penanganan lebih dekat melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel. Jalur berat dan kondisi hutan lindung membuat petugas harus membuka jalur baru atau melakukan pembabatan hutan untuk mencapai lokasi.

        Pos aju dan titik evakuasi sementara dipusatkan di Tanah Merah dengan dukungan personel gabungan guna mempercepat proses pencarian serta evakuasi korban.

        Selain mengevakuasi korban meninggal dunia, petugas juga terus menyisir kawasan hutan untuk menyelamatkan korban yang hingga kini belum keluar dari lokasi persembunyian.

        Faizal Ramadhani mengatakan medan yang berat menjadi tantangan tersendiri dalam operasi di lapangan sehingga seluruh personel diminta tetap mengutamakan aspek keselamatan selama bertugas.

        Aparat keamanan juga terus mengumpulkan petunjuk lapangan, mendalami jaringan kelompok pelaku, serta melakukan pengejaran sebagai bagian dari proses penegakan hukum.

        Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan maupun penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

        Baca Juga: Beda Tanggapan dengan Yusril Soal Film 'Pesta Babi', Ini Kata Mantan Menag hingga Mantan Menteri ESDM

        Menurut petugas, kawasan tersebut merupakan hutan lindung tanpa aktivitas resmi yang selama ini kerap menjadi lokasi gangguan keamanan. Aparat juga menyebut kejadian serupa telah berulang dengan ancaman keselamatan yang tinggi, mulai dari aksi teror, penganiayaan, ancaman kekerasan, hingga pembunuhan oleh kelompok kriminal bersenjata.

        Di tengah proses penanganan yang masih berlangsung, aparat meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi sembari petugas terus berpacu dengan waktu untuk menemukan korban yang masih bertahan di tengah hutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: