Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Israel Gerebek Tepi Barat Saat Warga Bersiap Iduladha, Toko Dipaksa Tutup

        Israel Gerebek Tepi Barat Saat Warga Bersiap Iduladha, Toko Dipaksa Tutup Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Militer Israel melakukan penggerebekan di dua kota di wilayah Tepi Barat bagian selatan pada saat aktivitas warga sedang padat menjelang persiapan Iduladha. Operasi tersebut membuat suasana pusat kota berubah tegang di tengah keramaian warga yang tengah berbelanja kebutuhan hari raya.

        Salah satu operasi utama terjadi di Kota Dura, selatan Hebron, yang saat itu dipenuhi aktivitas ekonomi masyarakat. Pasukan Israel dilaporkan masuk ke pusat kota sebelum menyebar ke sejumlah jalan utama.

        Dalam operasi tersebut, tentara Israel menembakkan gas air mata dan memaksa para pemilik toko menutup usaha mereka. Situasi ini terjadi di jam sibuk ketika warga masih beraktivitas di area perbelanjaan.

        Sejumlah saksi mata menyebut aparat juga melakukan tindakan kekerasan terhadap warga di lokasi. Beberapa pemuda dikumpulkan, ditutup matanya, lalu ditahan di area sekitar toko sambil mendapat perlakuan kekerasan.

        Laporan Anadolu yang dikutip TRT World menyebut kendaraan militer Israel memasuki area pusat kota sebelum operasi penyisiran dilakukan. Kehadiran militer dalam jumlah besar membuat aktivitas warga terganggu secara luas.

        Di lokasi lain, Kota Beit Fajjar di selatan Bethlehem juga dilaporkan mengalami bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan Israel. Insiden ini terjadi di saat operasi penggerebekan berlangsung bersamaan.

        Waktu penggerebekan yang bertepatan dengan persiapan Iduladha membuat situasi semakin sensitif bagi warga setempat. Banyak warga disebut tengah menyiapkan kebutuhan hari raya ketika operasi berlangsung.

        Di sisi lain, data Komisi Palestina untuk Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman mencatat adanya 540 serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina pada April. Serangan tersebut mencakup wilayah Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur.

        Baca Juga: Israel Tembaki Nelayan Palestina di Laut Gaza, Tiga Orang Dilaporkan Terluka

        Otoritas Palestina juga mencatat bahwa sejak konflik Gaza pecah pada Oktober 2023, operasi militer dan serangan pemukim meningkat signifikan. Bentuknya meliputi penggerebekan, penangkapan, hingga kekerasan di berbagai wilayah.

        Data resmi Palestina menyebut ribuan korban telah jatuh akibat eskalasi tersebut, termasuk korban jiwa, luka-luka, dan penangkapan dalam jumlah besar. Kondisi ini menunjukkan konflik di Tepi Barat terus mengalami peningkatan intensitas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: