Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Daging kerbau masih menjadi pilihan masyarakat untuk hewan kurban di sejumlah daerah di Indonesia. Selain harganya relatif lebih terjangkau dibanding sapi, daging kerbau juga memiliki kandungan protein yang baik. Namun, banyak orang menganggap daging kerbau lebih keras dan sulit diolah.
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Irma Isnafia Arief, menjelaskan daging kerbau sebenarnya dapat diolah menjadi hidangan yang empuk dan lezat apabila menggunakan teknik yang tepat.
“Daging kerbau memiliki tekstur lebih keras dibandingkan daging sapi, sehingga memerlukan perlakuan khusus agar hasilnya empuk dan enak disantap,” ujarnya dikutip dari IPB University, Rabu (27/5/2026).
Salah satu langkah penting adalah memotong daging melintang serat. Menurut Irma, teknik ini membantu proses pemasakan dan membuat tekstur daging lebih lembut saat dikonsumsi.
Bahan Alami dan Teknik Memasak
Irma juga menyarankan pemanfaatan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas untuk membantu melunakkan daging. Kedua bahan tersebut mengandung enzim yang efektif melembutkan serat daging.
“Cukup bungkus daging dalam daun pepaya selama 10 menit atau aduk dengan irisan nanas selama 5–10 menit. Tapi jangan terlalu lama, agar daging tidak hancur,” jelasnya.
Selain itu, perendaman menggunakan bumbu seperti jahe, serai, daun jeruk, dan air jeruk nipis dapat membantu mengurangi aroma khas daging kerbau sekaligus meningkatkan cita rasa.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang keliru saat memasak daging kerbau, misalnya menggunakan api besar. “Ini justru membuat daging cepat kering dan keras,” katanya.
Karena itu, Irma merekomendasikan metode memasak perlahan (slow cooking) menggunakan api kecil atau panci presto. Teknik sederhana seperti memukul daging sebelum dimasak juga dinilai efektif membantu memperbaiki tekstur daging.
Baca Juga: Jangan Asal Masak! Ini Cara Bikin Daging Kurban Empuk dan Tetap Bergizi
Baca Juga: Cara Hilangkan Bau Prengus Daging Kambing saat Idul Adha 2026, Jangan Langsung Dibakar
Menurut Irma, popularitas daging kerbau masih kalah dibandingkan daging sapi karena banyak masyarakat belum memahami cara pengolahannya. Selain itu, rasa khas daging kerbau dan distribusinya yang belum merata turut memengaruhi minat konsumsi masyarakat.
“Jika tahu cara mengolahnya, daging kerbau bisa jadi alternatif sumber protein hewani yang lezat, sehat, dan ekonomis,” tuturnya
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: