Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kronologi Terapis Spa Kuras Uang Pelanggan Rp1,2 M, Bermula dari ATM di Casing HP

        Kronologi Terapis Spa Kuras Uang Pelanggan Rp1,2 M, Bermula dari ATM di Casing HP Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Terapis spa di Surabaya diduga menguras uang pelanggan hingga Rp1,2 miliar hanya bermodal akses singkat ke ponsel dan kartu ATM korban. Modus sederhana itu kini menjadi sorotan karena bermula dari kebiasaan korban menyimpan ATM di balik casing handphone.

        Kasus tersebut menjerat Nur Hasannah yang bekerja sebagai terapis spa. Ia didakwa mencuri uang milik pelanggan bernama Tonny secara bertahap hingga total kerugian mencapai Rp1,2 miliar.

        Perkara ini terbongkar setelah korban mulai curiga karena saldo rekeningnya terus berkurang dalam jumlah besar. Padahal, korban merasa tidak pernah melakukan transaksi dalam nominal tersebut.

        Jaksa mengungkap kasus bermula karena hubungan korban dan pelaku sudah cukup dekat. Kedekatan itu membuat pelaku mengetahui kebiasaan hingga PIN ATM milik korban.

        “Korban sering menitipkan handphone kepada terdakwa ketika pergi ke toilet,” demikian isi dakwaan jaksa dalam persidangan.

        Dari situ, pelaku disebut mengetahui korban menyimpan kartu ATM di bagian belakang casing ponsel. Saat korban lengah, pelaku diduga mengambil kartu ATM tersebut lalu memotret nomor rekening dan menghafal PIN milik korban.

        Aksi pertama disebut dilakukan saat pelaku mentransfer uang senilai Rp5 juta dari rekening korban. Karena tidak langsung diketahui, nominal transfer kemudian terus meningkat.

        Pelaku disebut mulai rutin mengambil uang korban dengan nilai Rp20 juta hingga Rp50 juta dalam satu transaksi. Total ada puluhan kali transaksi yang dilakukan secara bertahap selama hampir dua bulan.

        “Awalnya hanya Rp5 juta, lalu meningkat karena merasa aman,” ungkap jaksa dalam persidangan.

        Kronologi kasus semakin mengejutkan karena uang hasil dugaan pencurian itu disebut digunakan pelaku untuk gaya hidup mewah. Jaksa menyebut sebagian uang dipakai membeli emas, menginap di hotel, hingga memenuhi kebutuhan pribadi.

        Kasus ini akhirnya terungkap setelah korban melakukan pengecekan mutasi rekening dan menemukan transaksi mencurigakan yang tidak pernah ia lakukan. Korban lalu melapor ke polisi hingga penyelidikan mengarah kepada terapis spa tersebut.

        Dalam persidangan, terungkap pula bahwa hubungan keduanya cukup dekat di luar hubungan pelanggan dan pekerja spa. Kondisi itu membuat korban tidak pernah menaruh curiga kepada pelaku.

        Baca Juga: PN Surabaya Laksanakan Eksekusi Pengosongan Lahan Tanpa Ijin

        Kasus ini kini menjadi perhatian publik karena modusnya sangat dekat dengan kebiasaan sehari-hari masyarakat. Banyak orang masih menyimpan kartu ATM di balik casing HP tanpa menyadari risiko pencurian data dan akses rekening.

        Pakar keamanan digital sebelumnya juga berkali-kali mengingatkan agar masyarakat tidak menyimpan PIN ATM di ponsel maupun membiarkan kartu ATM mudah diakses orang lain. Kebiasaan sederhana itu dinilai bisa membuka celah tindak kriminal seperti kasus yang terjadi di Surabaya ini.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: