Pajak Mobil Listrik Dibebaskan, Multifinance Bersiap Kebanjiran Kredit
Kredit Foto: Azka Elfriza
Pemerintah memberikan kebebasan pajak kepada mobil listrik yang dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan insentif pajak akan berdampak pada penurunan harga on the road (OTR) kendaraan listrik yang pada akhirnya dapat memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan tersebut.
“Kebijakan pembebasan pajak kendaraan listrik dapat menurunkan on the road price (OTR) kendaraan listrik sehingga berpotensi mendorong pertumbuhan segmen pembiayaan kendaraan listrik oleh industri multifinance,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (29/5/2026).
Prospek tersebut muncul di tengah pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik yang masih menunjukkan tren positif. OJK mencatat penyaluran pembiayaan kendaraan listrik pada Maret 2026 mencapai Rp22,50 triliun.
Nilai tersebut tumbuh 35,27% secara tahunan (year on year/YoY), mencerminkan meningkatnya aktivitas pembiayaan pada segmen kendaraan listrik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Agusman mengatakan pertumbuhan itu tidak hanya didorong oleh faktor pembiayaan, tetapi juga meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik yang ramah lingkungan.
“Pertumbuhan ini antara lain didukung oleh peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, serta dukungan kebijakan yang mendorong percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan,” katanya.
Ke depan, OJK mendukung kebijakan pengembangan kendaraan listrik yang dinilai menjadi faktor pendorong pertumbuhan industri.
Baca Juga: Penjualan Mobil Listrik Melonjak 95 Persen, IKM Lokal Diajak Ikut Terlibat
Baca Juga: Purbaya Tunda Insentif Kendaraan Listrik, Berlaku di Juli 2026
Baca Juga: Pemerintah Masih Itung-Itung, Insentif Pajak Kendaraan Listrik Ditunda
Dari sisi perusahaan, Wakil Direktur Utama Adira Finance, Niko Kurniawan Bonggowarsito, mengatakan saat ini perusahaan masih mencermati kesiapan ekosistem sebagai bagian dari manajemen risiko dalam penyaluran pembiayaan.
“Adira Finance melihat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia menunjukkan progres yang cukup baik, baik dari sisi regulasi, pilihan produk, maupun infrastruktur pendukung. Namun demikian, ekosistem ini masih dalam tahap berkembang dan perlu terus diperkuat, khususnya terkait pemerataan infrastruktur, kesiapan layanan purna jual, serta kepastian nilai kendaraan di pasar sekunder,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Selasa (5/5/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: