Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Tuding Trump Main Dua Kaki, Gencatan Senjata dengan AS Terancam Gagal

        Iran Tuding Trump Main Dua Kaki, Gencatan Senjata dengan AS Terancam Gagal Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menghadapi tudingan keras dari Iran di tengah upaya memperpanjang gencatan senjata yang telah berlangsung sejak April 2026. Teheran menilai langkah Washington justru memperbesar risiko gagalnya proses perdamaian karena dinilai tidak konsisten antara pernyataan dan tindakan di lapangan.

        Pernyataan itu muncul setelah Trump mengklaim blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan dicabut. Namun, pemerintah Iran menyebut hingga kini tidak ada perubahan nyata terhadap kebijakan yang masih membatasi akses pelabuhan negara tersebut.

        Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menilai sikap Amerika Serikat menunjukkan bahwa Washington kembali menjauh dari jalur diplomasi. Menurutnya, kebijakan yang diambil Gedung Putih justru memperlihatkan tekanan terhadap Iran masih terus berlanjut.

        “Seperti yang sudah diperkirakan, presiden AS telah mengkhianati diplomasi untuk ketiga kalinya,” kata Rezaei melalui akun X miliknya.

        Ia menilai keputusan mempertahankan blokade laut sambil mengajukan berbagai tuntutan baru dalam perundingan menjadi bukti bahwa Amerika Serikat belum menunjukkan komitmen penuh terhadap proses damai. Rezaei bahkan menyebut Trump memiliki agenda lain di luar upaya dialog.

        Perselisihan terbaru ini muncul ketika kedua negara tengah berupaya memperpanjang kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu. Washington sebelumnya mengusulkan perpanjangan masa gencatan senjata selama 60 hari untuk memberi ruang bagi negosiasi kesepakatan permanen.

        Namun, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad belum menghasilkan titik temu. Setelah negosiasi tersebut berakhir tanpa kesepakatan, Amerika Serikat tetap mempertahankan tekanan terhadap Iran, termasuk melalui kebijakan blokade terhadap pelabuhan negara itu.

        Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa proses perdamaian yang selama ini dibangun dapat kembali mengalami kebuntuan. Ketidakpercayaan antara kedua pihak dinilai menjadi hambatan terbesar dalam mencapai kesepakatan jangka panjang.

        Baca Juga: Ramai di X Trump Siap Beri $350 Miliar kepada Iran, Benarkah?

        Ketegangan Iran dan Amerika Serikat sendiri meningkat tajam setelah serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Februari lalu. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban jiwa, sebelum akhirnya kedua negara menyepakati penghentian sementara konflik pada April.

        Kini, masa depan gencatan senjata kembali berada di persimpangan setelah Iran secara terbuka mempertanyakan komitmen Washington terhadap diplomasi. Jika kebuntuan ini berlanjut, peluang tercapainya kesepakatan damai permanen antara kedua negara diperkirakan akan semakin sulit diwujudkan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: