Kredit Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Momen hangat antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 masih menjadi perbincangan publik. Aksi sederhana yang terjadi usai upacara itu ternyata dinilai memiliki makna lebih dalam daripada sekadar candaan di depan publik.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra pun angkat bicara terkait kedekatan yang diperlihatkan kedua tokoh bangsa tersebut saat menghadiri upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).
Peristiwa itu terjadi setelah rangkaian upacara selesai. Saat berjalan menuju area tempat para siswa sekolah dasar berkumpul, Megawati terlihat meminta untuk digandeng oleh Prabowo. Permintaan tersebut disambut dengan suasana santai dan penuh keakraban.
Momen yang terkesan spontan itu juga mengundang senyum dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang berada di sekitar lokasi. Tak heran jika adegan tersebut kemudian menjadi salah satu sorotan utama dalam peringatan Hari Pancasila tahun ini.
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong, menilai kedekatan yang ditunjukkan Megawati dan Prabowo bukanlah hal baru. Menurutnya, kedua tokoh nasional tersebut memang memiliki hubungan emosional yang sudah terjalin sejak lama.
"Kedua tokoh bangsa tersebut memiliki kedekatan emosional dan persahabatan yang kuat, sehingga komunikasi dan silaturahmi di antara mereka tetap terjaga dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara," kata Bahtra dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Baca Juga: SPPG Diplesetin Jadi Satuan Penjilat Prabowo-Gibran, Hasan Nasbi: Nalarnya Didiskon
Bahtra menegaskan bahwa suasana akrab yang terlihat dalam acara kenegaraan tersebut justru menjadi pesan positif bagi masyarakat. Terlebih, Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan global yang membutuhkan persatuan seluruh elemen bangsa.
"Para pemimpin bangsa menunjukkan sikap guyub dan kebersamaan, terutama di tengah tantangan yang tidak mudah akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang penuh ketidakpastian," ujarnya.
Menurut Bahtra, sikap Prabowo yang selalu menjaga hubungan baik dengan para pemimpin terdahulu juga bukan sesuatu yang baru. Ia menyebut penghormatan terhadap tokoh-tokoh bangsa telah lama menjadi karakter kepemimpinan Presiden Prabowo.
"Inilah salah satu ciri khas kepemimpinan beliau, yakni mengedepankan persatuan, gotong royong, dan semangat bahu-membahu dalam membangun bangsa," terangnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira juga menyoroti keakraban Megawati dan Prabowo. Ia menyebut hubungan personal keduanya selama ini memang berjalan baik dan tetap terjaga meski dinamika politik terus berubah.
Baca Juga: Negara Rugi Ribuan Triliun, Eks Menkeu: Era Jokowi Jadi 'Perampokan' Terparah
“Dari dulu juga Bu Mega dan Pak Prabowo secara pribadi saling mengenal dan berkomunikasi dengan baik,” kata Andreas, Senin (1/6/2026).
Andreas mengungkap bahwa hubungan kedua tokoh tersebut memiliki jejak panjang dalam sejarah politik nasional. Selain pernah menjalin komunikasi yang erat, Prabowo juga beberapa kali mengakui peran Megawati dalam perjalanan politiknya. Keduanya bahkan pernah berpasangan sebagai calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2009.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri