Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Masih Tertekan, Aktivitas Ritel Dinilai jadi Penopang Ekonomi Nasional

        Rupiah Masih Tertekan, Aktivitas Ritel Dinilai jadi Penopang Ekonomi Nasional Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aktivitas pusat perbelanjaan di Indonesia masih menunjukkan tren positif meski sektor ritel tengah memasuki periode low season pasca-Ramadan dan Idulfitri. Tingginya kunjungan masyarakat ke mal selama libur panjang dinilai menjadi sinyal bahwa konsumsi rumah tangga dan perputaran ekonomi domestik masih tetap berjalan.

        Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsuz Widjaja mengatakan libur panjang akhir pekan lalu memberikan dorongan signifikan terhadap aktivitas pusat perbelanjaan. APPBI memperkirakan jumlah pengunjung mal meningkat sekitar 10-15 persen dibandingkan akhir pekan biasa.

        “Libur panjang ini sangat membantu sektor ritel. Pusat perbelanjaan menjadi salah satu destinasi utama masyarakat untuk mengisi waktu liburan sehingga terjadi peningkatan kunjungan dibandingkan akhir pekan normal,” ujar Alphonsuz.

        Menurut dia, tingginya mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan menunjukkan bahwa aktivitas konsumsi tetap berlangsung meski industri ritel sedang berada dalam siklus musiman yang biasanya lebih lambat setelah Ramadan dan Idulfitri.

        Kondisi tersebut terlihat dari ramainya aktivitas di berbagai pusat perbelanjaan, terutama pada sektor kuliner dan hiburan yang menjadi pilihan utama masyarakat selama masa liburan.

        “Yang paling mendominasi adalah kuliner dan hiburan. Masyarakat tetap datang ke pusat perbelanjaan untuk berbelanja sekaligus menikmati berbagai aktivitas rekreasi bersama keluarga,” katanya.

        Alphonsuz menjelaskan bahwa triwulan II dan III secara historis memang menjadi periode low season bagi industri ritel. Namun, pelaku usaha telah menyiapkan berbagai program promosi dan kegiatan untuk menjaga momentum konsumsi masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap bergerak.

        Dalam waktu dekat, sektor ritel diperkirakan kembali memperoleh dorongan dari momentum liburan sekolah. Setelah itu, berbagai program belanja dan festival ritel di sejumlah daerah akan berlangsung hingga menjelang akhir tahun.

        “Banyak program yang disiapkan sepanjang tahun, mulai dari liburan sekolah, perayaan Hari Kemerdekaan hingga berbagai festival belanja daerah. Ini menjadi cara untuk menjaga aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.

        APPBI menilai pusat perbelanjaan kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga berkembang menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat. Perubahan fungsi tersebut dinilai turut menopang tingkat kunjungan mal di tengah tantangan ekonomi global dan persaingan dengan platform belanja daring.

        “Orang datang ke pusat perbelanjaan bukan hanya untuk belanja. Mereka mencari pengalaman, hiburan, dan interaksi sosial yang tidak bisa diperoleh secara online,” kata Alphonsuz.

        Ia menegaskan, selama daya beli masyarakat tetap terjaga, sektor ritel akan terus menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Oleh karena itu, berbagai program yang mendorong konsumsi masyarakat dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

        “Kalau masyarakat tetap berbelanja, ekonomi akan terus bergerak. Karena itu yang paling penting adalah menjaga dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ujarnya.

        Optimisme pelaku ritel terhadap konsumsi domestik ini juga muncul di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan depresiasi rupiah belum memberikan dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

        Menurut Purbaya, pemerintah telah memperhitungkan kondisi nilai tukar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Fokus pemerintah saat ini adalah memastikan ekonomi domestik tetap tumbuh kuat dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

        Baca Juga: Ritel Modern dan Koperasi Merah Putih Diminta Bersaing Sehat Tanpa Picu PHK

        “Secara teori, ketika Anda memiliki ekonomi yang kuat, mata uang Anda pada akhirnya juga akan menguat, bukan? Saat ini saya fokus memastikan bahwa ekonomi domestik akan terus tumbuh kuat dalam jangka menengah, jangka pendek, maupun jangka panjang,” ujarnya dalam konferensi pers di kantor Danantara, Jakarta.

        Ia menambahkan bahwa prospek ekonomi Indonesia masih kuat dan pelemahan rupiah sejauh ini belum menghambat aktivitas ekonomi nasional.

        Dengan meningkatnya kunjungan mal selama libur panjang serta rangkaian program promosi dan festival belanja yang akan berlangsung hingga akhir tahun, APPBI optimistis sektor ritel tetap mampu menopang pergerakan ekonomi domestik meski berada dalam periode low season.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: