Adira Finance Tetap Yakin Pembiayaan Tumbuh di Tengah Tekanan Suku Bunga dan Daya Beli
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira) optimistis pertumbuhan pembiayaan dapat berlanjut hingga akhir 2026 meskipun industri saat ini menghadapi tantangan berupa kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), tekanan terhadap daya beli masyarakat, serta dinamika ekonomi global.
Untuk menjaga pertumbuhan bisnis, perseroan mengandalkan diversifikasi sumber pendanaan dan penguatan manajemen risiko.
Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, mengatakan momentum pertumbuhan pembiayaan yang terjadi sepanjang kuartal I-2026 menjadi modal bagi perusahaan untuk mempertahankan tren positif hingga akhir tahun.
“Melihat pertumbuhan pembiayaan baru hingga kuartal I-2026, Perusahaan berharap momentum pertumbuhan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun 2026,” ujar Sylvanus kepada Warta Ekonomi, Selasa (2/6/2026).
Ia menegaskan bahwa perusahaan akan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam memperluas pembiayaan agar pertumbuhan yang dicapai tetap sehat dan berkelanjutan.
“Dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian, Perusahaan akan berupaya mendorong pertumbuhan pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan kondisi ekonomi,” katanya.
Meski demikian, Sylvanus mengakui industri pembiayaan masih dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dari faktor eksternal maupun domestik, yang berpotensi memengaruhi laju pertumbuhan bisnis sepanjang tahun ini.
“Namun demikian, industri pembiayaan masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti dinamika kondisi ekonomi global dan domestik, daya beli masyarakat, perkembangan industri otomotif,” ujarnya.
Untuk menyikapi kondisi tersebut, Adira Finance menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya melalui pengelolaan margin yang disiplin dan diversifikasi sumber pendanaan guna mengurangi tekanan akibat kenaikan biaya dana.
Baca Juga: Cicilan Bisa Makin Berat, Adira Kenaikan BI Rate Bakal Pukul Kredit Kendaraan Bermotor
Baca Juga: Daya Beli Mulai Bangkit, Pembiayaan Adira Finance Melonjak 52% di Awal 2026
“Oleh karena itu, Perusahaan akan terus memperkuat pengelolaan margin secara disiplin, melakukan diversifikasi sumber pendanaan, serta meningkatkan efisiensi biaya operasional,” kata Sylvanus.
Selain menjaga profitabilitas, perusahaan juga berupaya mempertahankan kualitas aset melalui penguatan mitigasi risiko kredit sejak tahap awal akuisisi nasabah.
Pada kuartal I-2026, Adira Finance mencatatkan pertumbuhan yang solid dengan pembiayaan baru yang meningkat 52% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp11,9 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan juga naik 18% (yoy) menjadi Rp64,7 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: