Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dulu Rp389 Miliar, Kini Rp81 Miliar, Erick Thohir Soroti Nasib Atlet Indonesia

        Dulu Rp389 Miliar, Kini Rp81 Miliar, Erick Thohir Soroti Nasib Atlet Indonesia Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Prestasi Indonesia pada ASEAN Games 2026 berpotensi menghadapi tantangan lebih berat dibanding edisi sebelumnya setelah anggaran pemusatan latihan nasional atau pelatnas mengalami pemangkasan drastis.

        Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir bahkan mengakui kondisi tersebut menjadi perhatian serius menjelang multievent olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara itu.

        Kekhawatiran tersebut muncul karena dana pelatnas yang tersedia tahun ini hanya mencapai Rp81,04 miliar. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan anggaran pelatnas ASEAN Games 2022 yang mencapai Rp389,82 miliar.

        Menurut Erick, kondisi tersebut cukup memprihatinkan karena ASEAN Games merupakan agenda olahraga yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah tetap dihadapkan pada tuntutan untuk menjaga prestasi Indonesia di level regional.

        "Dan tentu ini yang kembali kami prihatin, karena ini juga direktif presiden karena ASEAN Games ini multievent," kata Erick dalam rapat bersama Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

        Jika dibandingkan dengan ASEAN Games 2022, penurunan anggaran pelatnas mencapai sekitar 79 persen. Padahal jumlah cabang olahraga yang dipersiapkan justru bertambah dari 31 cabang menjadi 33 cabang olahraga.

        Pada ASEAN Games 2022, dana Rp389,82 miliar digunakan untuk mendukung 415 atlet dari 31 cabang olahraga. Sementara pada tahun 2026, anggaran Rp81,04 miliar harus menopang persiapan 361 atlet yang akan bertanding di 33 cabang olahraga.

        Erick menilai situasi tersebut tentu membawa risiko terhadap pencapaian prestasi Indonesia. Terlebih, dengan anggaran yang jauh lebih besar pada edisi sebelumnya, Indonesia hanya mampu membawa pulang tujuh medali emas.

        "Tapi kalau persiapannya tadi, dengan anggaran yang cukup besar saja hanya mendapat tujuh. Sekarang dengan Rp81 miliar tentu ini risiko-risiko yang kita harus..." ujarnya.

        Meski demikian, Erick menegaskan pemerintah tidak akan menyerah menghadapi keterbatasan tersebut. Kementerian Pemuda dan Olahraga tetap berupaya memaksimalkan persiapan atlet agar mampu bersaing dan memberikan hasil terbaik.

        "Kembali saya tidak menyerah, saya akan mencoba maksimal dengan keterbatasan dana yang ada," tegas Erick.

        Baca Juga: Erick Thohir Bangga! Ramadhipa Cetak Sejarah Podium Perdana Moto3 Junior 2026

        Di tengah pemangkasan dana pelatnas, terdapat satu pos anggaran yang justru mengalami kenaikan yakni fasilitas pengiriman kontingen. Anggaran keberangkatan kontingen Indonesia naik dari Rp41,27 miliar pada 2022 menjadi Rp61 miliar pada 2026.

        Meski ada peningkatan pada biaya pengiriman kontingen, perhatian utama tetap tertuju pada kesiapan atlet yang bergantung pada kualitas pelatnas. Karena itu, besarnya penurunan anggaran pelatnas kini menjadi sorotan karena dinilai dapat memengaruhi peluang Indonesia mempertahankan daya saing di ASEAN Games 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: