Bangun dan Jadi Kepala BGN hingga Dijemput Kejagung Usai Dicopot Prabowo, Ini Profil Dadan Hindayana
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Nama Dadan Hindayana kembali menjadi sorotan publik setelah dikabarkan dijemput Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6/2026), hanya sehari setelah dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Di tengah perkembangan tersebut, perjalanan karier Dadan menjadi perhatian. Sosok yang dikenal sebagai akademisi dan ilmuwan pertanian itu merupakan figur pertama yang memimpin BGN sejak lembaga tersebut dibentuk pada 2024 untuk menjalankan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Tiba-tiba Ditunjuk Prabowo, Kinerja Nanik S Deyang Sebelum Jabat Kepala BGN Jadi Sorotan DPR
Berdasarkan informasi yang beredar, Dadan dijemput bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya, sejak dini hari. Kejagung juga menggeledah kantor BGN di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Pelaksana Harian Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Jefri, membenarkan adanya penggeledahan dan menyatakan pihaknya akan menyampaikan keterangan resmi terkait penjemputan tersebut.
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah Presiden Prabowo melakukan perombakan pimpinan BGN. Posisi Dadan digantikan oleh Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Akademisi IPB yang Raih Gelar Doktor di Jerman
Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 1967. Karier akademiknya dimulai dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tempat ia menempuh pendidikan Sarjana Pertanian dan lulus sebagai mahasiswa terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan pada 1990.
Ia kemudian melanjutkan studi doktoral di Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, dalam bidang Entomologi Terapan. Gelar doktor diraih pada 2000 dengan sejumlah publikasi ilmiah yang mendapat pengakuan internasional.
Sejak 1992, Dadan mengabdi sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB dan aktif dalam berbagai kegiatan akademik maupun pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi.
Bangun BGN dari Kondisi Tanpa Pegawai
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Dadan pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB, Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB, hingga Ketua STPK Banau Halmahera Barat.
Namun, tantangan terbesar dalam karier birokratisnya datang saat ditunjuk sebagai Kepala BGN pada 19 Agustus 2024.
Kala itu, lembaga yang dipimpinnya masih berada pada tahap awal pembentukan. Dadan bahkan pernah mengungkapkan bahwa dirinya dilantik dalam kondisi BGN belum memiliki pegawai sama sekali.
"Bayangkan saja, saya dilantik sendirian tanpa diantar protokoler, karena memang belum ada pegawai satu pun di Badan Gizi Nasional," ujarnya dalam sebuah kesempatan pada 2025.
Dari titik tersebut, Dadan memimpin pembentukan struktur organisasi sekaligus menyiapkan implementasi program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan.
Dari Sorotan Program MBG hingga Dicopot
Selama hampir dua tahun memimpin BGN, Dadan menjadi wajah utama program Makan Bergizi Gratis yang menyasar jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Ia juga dikenal aktif menyampaikan perkembangan program kepada publik. Bahkan, Dadan pernah berseloroh bahwa jabatan Kepala BGN membuat hidupnya berubah karena terus menjadi perhatian media.
Namun perjalanan tersebut berakhir pada 2 Juni 2026 ketika Presiden Prabowo memutuskan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pimpinan BGN dan mengganti jajaran puncak lembaga tersebut.
Belum genap 24 jam setelah pencopotan itu diumumkan, Dadan kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar penjemputan dirinya oleh Kejaksaan Agung.
Baca Juga: Respons Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Soal 'Selisih' Rp49,5 Miliar dari Sertifikasi Halal
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai status hukum Dadan maupun kaitan penggeledahan kantor BGN dengan proses yang sedang dilakukan Kejagung. Publik masih menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum terkait perkembangan kasus tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: