- Home
- /
- Government
- /
- Government
2 Hari 2 Pejabat Tinggi Ditangkap, Istana Mengaku Prihatin Kasus Korupsi Terus Berulang
Kredit Foto: Istihanah
Pihak Istana melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi buka suara terkait kasus hukum yang menyeret Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim di Komisi Pemberantasan Korupsi. Istana mengaku sangat prihatin karena ada lagi anggota kabinet pemerintahan yang tersandung kasus korupsi.
"Sesungguhnya dua hari ini kita sangat sangat prihatin, terus berulang kejadian yang jelas tidak kita harapkan," kata Prasetyo, Kamis 4 Juni 2026.
Kekecewaan Istana mendalam lantaran beberapa jam sebelumnya Kejaksaan Agung juga menahan Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana bersama dua wakilnya. Menurut Prasetyo, Presiden selalu mengingatkan jajarannya di berbagai kesempatan untuk menghindari praktik melanggar hukum.
"Tidak bosan-bosan dalam berbagai kesempatan Bapak Presiden selalu mengingatkan kita semua untuk marilah membenahi diri dan melawan praktik-praktik korupsi didalam menjalankan tugas sehari hari," lanjut Prasetyo.
Pemerintah menegaskan tetap menghormati seluruh proses penegakan hukum yang sedang berjalan di KPK maupun Kejaksaan Agung saat ini. Pihak Istana juga telah berkoordinasi dengan Menteri Imipas Agus Andrianto untuk menjamin peristiwa hukum ini tidak sampai mengganggu jalannya pelayanan publik.
Terkait status jabatan operasional Wamen Imipas serta para pimpinan BGN yang terjerat korupsi, Istana memastikan akan segera mengambil langkah cepat. Keputusan administratif mengenai posisi pengambil kebijakan tersebut dijanjikan bakal rampung dalam waktu dekat.
"Berkenaan dengan jabatan yang melekat kepada mereka-mereka yang tengah menjalani proses hukum, akan segera ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku," pungkas Prasetyo.
Baca Juga: KPK Seret Delapan Pejabat Imigrasi, Wamen Silmy Karim Langsung Masuk Sel Tahanan
Silmy Karim sendiri resmi menyandang status tersangka oleh KPK dan langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan pada Kamis pagi. Dirinya terlihat menuruni tangga menuju lobi gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 08.36 WIB dengan mengenakan rompi oranye.
Langkah penahanan dilakukan setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan intensif pasca-Operasi Tangkap Tangan yang digelar sejak Rabu malam. Silmy dijerat bersama tujuh pejabat teras keimigrasian lainnya atas dugaan praktik pemerasan izin tinggal WNA.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: