Kredit Foto: BPMI
Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengatur detail menu yang disajikan kepada para penerima manfaat. Mulai dari penyajian telur hingga ukuran potongan ayam, seluruhnya menjadi perhatian khusus Presiden.
Prabowo secara terbuka meminta seluruh pengelola dapur MBG menghentikan praktik penyajian telur dadar dalam program tersebut. Menurutnya telur dadar berpotensi dicampur terlalu banyak bahan tambahan seperti tepung sehingga kandungan gizinya berkurang.
Baca Juga: 'Kita Tukar-tukar Data,' Awal Kasus Korupsi MBG Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dibongkar Purbaya
""Yang kedua, telur jangan bikin dadar. Kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia, kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu, iya, kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya," kata Prabowo, dikutip Jumat (5/6).
Karena itu, ia meminta telur dalam program MBG disajikan dalam bentuk utuh, baik direbus maupun ceplok, agar nilai gizinya tetap terjaga.
Instruksi tersebut bahkan secara khusus disampaikan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, kepala sekolah hingga para guru agar ikut mengawasi menu yang diterima siswa.
Tidak hanya telur, Prabowo juga menaruh perhatian pada kualitas porsi lauk ayam yang diberikan kepada anak-anak.
Dalam kesempatan tersebut, ia memperlihatkan contoh potongan ayam dengan ukuran berbeda. Prabowo menilai sebagian dapur MBG berpotensi menyiasati porsi dengan memotong ayam menjadi terlalu kecil sehingga mengurangi manfaat program.
Ia menegaskan potongan ayam yang terlalu kecil tidak boleh menjadi standar dalam MBG karena dapat mengecewakan jutaan siswa penerima manfaat.
Presiden meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memastikan standar kualitas menu tetap terjaga dan tidak hanya berorientasi pada efisiensi biaya.
Langkah Prabowo mengatur hingga detail menu menunjukkan pemerintah kini tidak hanya fokus pada cakupan penerima manfaat MBG, tetapi juga kualitas gizi yang diterima anak-anak Indonesia.
Baca Juga: MBG Terancam Distop Prabowo usai Kasus Korupsi Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Begini Kata Pengamat
Di tengah evaluasi besar yang sedang berlangsung di Badan Gizi Nasional (BGN), perhatian langsung Presiden terhadap komposisi makanan dinilai menjadi sinyal bahwa kualitas pelaksanaan program kini menjadi prioritas utama pemerintah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar