Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Ini Data Sebenarnya,' Menkeu Purbaya Tunjukkan Bukti Ekonomi Indonesia Jauh dari Krisis

        'Ini Data Sebenarnya,' Menkeu Purbaya Tunjukkan Bukti Ekonomi Indonesia Jauh dari Krisis Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan yang menyebut perekonomian Indonesia sedang menuju krisis atau mengalami kemunduran serius. Menurutnya, berbagai indikator ekonomi justru menunjukkan aktivitas domestik masih bergerak kuat.

        Purbaya menilai narasi mengenai ekonomi Indonesia yang sedang "hancur" tidak sesuai dengan kondisi riil yang terjadi di lapangan. Ia memaparkan sejumlah data yang menunjukkan permintaan domestik masih tumbuh positif. Salah satunya terlihat dari lonjakan penjualan kendaraan bermotor dan bahan bangunan.

        Baca Juga: 'Sudah Lapor ke Prabowo,' BGN Akui Sulit Capai Target 82,9 Juta Penerima MBG di 2026

        Menurut Purbaya, penjualan mobil pada April 2026 meningkat hingga 55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan sepeda motor naik 28,1 persen dan penjualan semen domestik tumbuh 35 persen secara tahunan.

        Data tersebut dinilai mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha masih berlangsung dengan baik.

        "Ini menunjukkan domestik demand yang kuat. Ini beda dengan cerita-cerita di luar sana. Ini data yang betul," kata Purbaya, dikutip Sabtu (6/6).

        Ia juga mengaku melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat. Dari hasil pengamatannya, aktivitas perdagangan masih ramai dan pusat-pusat konsumsi tetap dipadati pengunjung.

        Menurutnya, kemacetan yang masih terjadi di berbagai kota besar juga menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas ekonomi belum mengalami pelemahan signifikan. Karena itu, Purbaya mengaku tidak sependapat dengan berbagai spekulasi yang menyebut Indonesia sedang memasuki fase resesi.

        Selain aktivitas konsumsi, ia menilai kondisi likuiditas nasional juga masih terjaga. Ketersediaan uang di sistem keuangan dan penyaluran kredit perbankan disebut tetap berjalan normal sehingga mendukung aktivitas ekonomi nasional.

        Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berbagai spekulasi mengenai kondisi ekonomi nasional serta isu pergantian posisi Menteri Keuangan yang belakangan ramai diperbincangkan.

        Baca Juga: Amerika Serikat Turunkan Pasukan Antariksa di Perang Iran, Jadi ‘Mata dan Telinga’ Operasi

        Namun pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah menjaga koordinasi kebijakan ekonomi antarotoritas untuk mempertahankan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: