'Kami Mencari Perdamaian,' Iran Akhirnya Kantongi Visa dari Amerika untuk Tampil di Piala Dunia 2026
Kredit Foto: Istimewa
Di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) Iran akhirnya mendapatkan izin untuk mengirim tim nasional sepak bolanya ke Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara.
Visa masuk bagi para pemain Timnas Iran dikabarkan telah diterbitkan oleh pemerintah Amerika Serikat hanya beberapa hari sebelum pertandingan perdana mereka berlangsung di Los Angeles.
Baca Juga: 'Jauh dari Perkiraan US$300/Barel,' Amerika Santai Hadapi Ledakan Harga Minyak Akibat Perang Iran
Perkembangan tersebut dinilai sebagai sinyal positif di tengah hubungan yang masih tegang antara Washington dan Teheran, bahkan ketika kedua negara masih terlibat dalam konflik dan serangan militer.
Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh mengatakan keikutsertaan Iran di turnamen terbesar sepak bola dunia itu menunjukkan bahwa negaranya tetap mengedepankan jalur damai meskipun harus bertanding di wilayah yang selama ini dianggap sebagai musuh.
"Partisipasi Iran di Piala Dunia, bahkan di tanah negara yang dianggap sebagai musuhnya, menunjukkan bahwa Iran mencari perdamaian," kata Pasandideh, dikutip dariĀ Reuters, Sabtu (6/6).
Sebelumnya, muncul kekhawatiran Iran tidak dapat tampil di Piala Dunia setelah proses penerbitan visa mengalami hambatan. Bahkan hingga Kamis malam, tim Iran disebut belum menerima izin masuk ke Amerika Serikat.
Namun situasi berubah dalam hitungan jam setelah visa bagi para pemain akhirnya disetujui. Meski demikian, sejumlah anggota staf teknis dan ofisial tim dilaporkan masih menunggu persetujuan visa dari otoritas Amerika.
Masalah visa membuat Iran melakukan perubahan besar dalam persiapan turnamen. Teheran memutuskan memindahkan basis tim dari Arizona ke Tijuana, Meksiko, guna meminimalkan keberadaan skuad di wilayah Amerika Serikat.
Timnas Iran dijadwalkan tiba di Tijuana pada Minggu sebelum menjalani laga Grup G melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. Setelah itu, Iran akan menghadapi Belgia dan Mesir dalam fase grup.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat tetap menerapkan pembatasan terhadap individu yang memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya menegaskan bahwa delegasi Iran tidak boleh menyertakan pihak yang memiliki hubungan dengan organisasi militer tersebut.
Kebijakan itu bukan tanpa preseden. Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, yang pernah menjadi komandan Garda Revolusi, sebelumnya ditolak masuk ke Amerika Serikat saat menghadiri pengundian grup Piala Dunia pada Desember lalu.
Meski masih dibayangi berbagai pembatasan, keberhasilan Iran memperoleh visa untuk tampil di Piala Dunia menjadi perkembangan penting di tengah mandeknya proses perdamaian antara Washington dan Teheran.
Baca Juga: 'Itu Sudah Selesai,' Trump Klaim Amerika Serikat Capai Kesuksesan Besar Lawan Iran
Bagi Iran, sepak bola kini bukan sekadar ajang olahraga. Di tengah perang dan negosiasi yang berjalan lambat, kehadiran tim nasional di Piala Dunia 2026 juga menjadi pesan diplomatik bahwa Teheran masih membuka ruang bagi penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: