Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Puluhan Dapur MBG di Batam Berhenti Operasi, Tunggu Top Up dari APBN

        Puluhan Dapur MBG di Batam Berhenti Operasi, Tunggu Top Up dari APBN Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam terpaksa menghentikan sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Senin (8/6/2026).

        Penyebabnya adalah belum cairnya anggaran operasional yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

        Kepala Koordinator SPPG Batam, Defri Frenaldi, mengatakan bahwa pihaknya hanya diperbolehkan menjalankan operasional setelah dana masuk ke virtual account (VA) masing-masing SPPG. Pengelola juga dilarang menggunakan dana talangan dari mitra.

        "Kegiatan operasional baru bisa dilaksanakan setelah dana masuk ke virtual account SPPG. Penggunaan dana talangan dari mitra juga tidak diperbolehkan," kata Defri, Senin (8/6/2026).

        Menurut data sementara, penghentian operasional terjadi di hampir seluruh kecamatan di Batam dengan skala berbeda-beda:

        • Batam Kota: 15 dari 21 SPPG berhenti
        • Sagulung: 12 dari 32 SPPG berhenti
        • Batu Aji: 7 dari 18 SPPG berhenti
        • Sei Beduk: 7 dari 15 SPPG berhenti
        • Lubuk Baja: 6 dari 8 SPPG berhenti
        • Bengkong: 6 dari 13 SPPG berhenti
        • Batu Ampar: 1 dari 4 SPPG berhenti
        • Belakang Padang: 1 dari 1 SPPG berhenti

        Sementara itu, SPPG di Kecamatan Galang dan Bulang masih beroperasi normal karena anggaran sudah tersedia. Data untuk Kecamatan Sekupang dan Nongsa masih dalam proses pendataan.

        Defri menyampaikan ada kabar positif terkait pencairan dana. Pihaknya telah mendapat informasi bahwa top up anggaran akan dilakukan hari ini melalui koordinasi tim keuangan dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

        "Setelah anggaran masuk ke virtual account, operasional akan kembali berjalan normal," jelasnya.

        Penghentian sementara ini menyebabkan distribusi makanan bergizi kepada siswa sekolah dan balita di posyandu terhambat hingga dana operasional tersedia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: