Pertama di India, Suzuki Luncurkan Wagon R Flex Fuel yang Bisa Nenggak Etanol Murni
Kredit Foto: Dok. Maruti Suzuki
Maruti Suzuki resmi meluncurkan Wagon R Flex Fuel Vehicle (FFV) di India. Model ini menjadi kendaraan flex fuel pertama Suzuki yang diproduksi massal dan sekaligus menjadi mobil pertama dengan teknologi tersebut yang diproduksi secara massal di industri otomotif India.
Berdasarkan keterangan resmi Suzuki Global, teknologi flex fuel memungkinkan kendaraan menggunakan berbagai komposisi campuran etanol dan bensin tanpa memerlukan modifikasi tambahan. Kehadiran teknologi ini dinilai dapat membantu mengurangi emisi partikulat (PM) yang berkontribusi terhadap pencemaran udara.
Suzuki menjelaskan, Wagon R FFV dirancang untuk dapat beroperasi menggunakan bahan bakar dengan kandungan etanol mulai dari E20 hingga E100. Artinya, kendaraan ini dapat menggunakan campuran yang mengandung 20 persen etanol hingga bahan bakar etanol murni 100 persen.
Untuk mendukung kemampuan tersebut, Wagon R FFV dibekali sistem kalibrasi Electronic Control Unit (ECU) yang mampu menyesuaikan kinerja mesin secara otomatis terhadap berbagai komposisi campuran etanol dan bensin.
Direktur Utama dan CEO Maruti Suzuki India Limited, Hisashi Takeuchi, mengatakan perusahaan berkomitmen menghadirkan beragam teknologi kendaraan guna mendukung transisi energi dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Baca Juga: Pakai Etanol Murni 100 Persen, Suzuki Fronx E100 Siap Meluncur Bulan Depan
"Di Maruti Suzuki, kami berkomitmen menawarkan kendaraan dengan berbagai teknologi dan pilihan bahan bakar. Kami menghadirkan kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), hybrid, CNG/CBG, hingga kendaraan berbahan bakar fleksibel etanol untuk mendukung tujuan India dalam mengurangi impor minyak dan emisi karbon," ujar Takeuchi.
Menurut dia, ekosistem bahan bakar etanol di India saat ini masih berada dalam tahap pengembangan. Namun, sebagai pemimpin pasar, Maruti Suzuki merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong percepatan adopsi kendaraan flex fuel di negara tersebut.
Takeuchi menilai, jika penggunaan kendaraan flex fuel semakin luas, teknologi tersebut berpotensi membantu menekan impor minyak, mengurangi emisi karbon, memperbaiki kualitas udara, sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor pertanian melalui pemanfaatan bahan baku etanol.
Baca Juga: Penjualan Suzuki April 2026 Melonjak, Mobil Hybrid Jadi Andalan
Baca Juga: Penjualan Global Suzuki Melonjak, Siap Salip Honda yang Mulai Kehilangan Momentum
Selain mengembangkan kendaraan berbahan bakar etanol, Suzuki juga terus memperluas pilihan teknologi ramah lingkungan lainnya di India. Saat ini pabrikan asal Jepang tersebut telah menawarkan kendaraan hybrid, mobil listrik, hingga kendaraan berbahan bakar gas.
Menariknya, Suzuki juga telah mengembangkan kendaraan yang dapat menggunakan compressed biomethane gas (CBG), yakni bahan bakar gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan organik, termasuk limbah pertanian dan kotoran ternak.
CBG dinilai sebagai salah satu alternatif bahan bakar berkelanjutan karena berasal dari sumber terbarukan dan dapat diproduksi dalam waktu relatif singkat dibandingkan bahan bakar fosil.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: