Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang akan melakukan kunjungan ke China untuk mempromosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global.
Menurut Rocky, langkah tersebut memang harus dilakukan karena sebagian besar bisnis Indonesia bergantung pada kontrak dengan China.
"Kalau dia enggak datang ke China, lalu kan semua boleh disebut 90% bisnis di Indonesia itu tergantung pada kontrak-kontrak dengan China. Mulai dari KADIN, HIPMI segala macam itu sampai bajingan-bajingan di pemerintahan itu kan tergantung pada bisnis itu...," ucapnya dalam YouTube Hersubeno Point, dikutip Selasa (9/6).
Rocky juga menyinggung soal praktik korupsi yang menurutnya tidak hanya berbasis kekuasaan, tetapi juga terjadi dalam transaksi dengan kekuatan ekonomi terbesar yang beroperasi di Indonesia, yakni China.
"Kita mesti jujur mengatakan bahwa korupsi di Indonesia itu selain korupsi yang basisnya kekuasaan juga korupsi di dalam transaksi dengan ekonomi paling kuat yang beroperasi di Indonesia itu China tuh," imbuhnya.
Baca Juga: Rocky Gerung Sorot Rapuhnya Posisi Purbaya di Pemerintah
Sebelumnya, Purbaya menyampaikan bahwa ia akan berangkat ke China pada 16 Juni untuk memperkenalkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond kepada para investor.
“Minggu depan saya akan ke China. Tanggal 16 (Juni) ke China untuk promosi Panda Bond,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: