Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Amerika Lancarkan Operasi Cipta Kondisi Demi Paksa Iran Terima Kesepakatan Versi Trump

        Amerika Lancarkan Operasi Cipta Kondisi Demi Paksa Iran Terima Kesepakatan Versi Trump Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memasuki babak baru. Washington secara terbuka mengakui bahwa gelombang serangan terbaru ke wilayah Iran bukan sekadar aksi balasan militer, melainkan bagian dari strategi untuk mempersempit pilihan Teheran dalam perundingan yang masih berlangsung.

        Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pasukannya kembali melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target di Iran.

        Baca Juga: Diakui Wakil Trump, Amerika Serikat Tak Bisa Lihat Jelas Ujung Perang Iran

        "Pasukan CENTCOM memulai serangan pertahanan diri tambahan terhadap beberapa target di Iran atas arahan Panglima Tertinggi," demikian pernyataan resmi CENTCOM diĀ X, dikutip Kamis (11/6).

        Militer Amerika menyebut operasi tersebut merupakan respons atas apa yang mereka klaim sebagai agresi Iran yang terus berlanjut.

        Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di beberapa lokasi strategis Iran, termasuk Sirik, Pulau Qeshm, Minab, dan Isfahan, yang selama ini dikenal sebagai kawasan penting dalam infrastruktur pertahanan dan militer negara tersebut.

        Namun yang menarik, pemerintah Amerika secara terbuka mengisyaratkan bahwa tujuan operasi kali ini lebih besar daripada sekadar menghancurkan target militer.

        Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan Pentagon saat ini sedang berupaya menciptakan posisi tawar yang lebih kuat dalam setiap kemungkinan kesepakatan dengan Iran.

        "Kementerian Pertahanan siap menetapkan syarat-syarat untuk memastikan kami mendapatkan kesepakatan seperti yang diharapkan Presiden Trump," kata Hegseth.

        Ia menegaskan bahwa seluruh langkah militer yang dilakukan saat ini berjalan seiring dengan strategi diplomasi Gedung Putih dan tim negosiasi Amerika Serikat.

        "Kami bergerak sejalan dengan Gedung Putih dan tim negosiasi untuk memastikan kondisi yang kami inginkan tercipta. Target-target malam ini memang ditujukan untuk mencapai tujuan tersebut," ujarnya.

        Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Washington tengah berusaha meningkatkan tekanan terhadap Teheran agar menerima kesepakatan yang selama ini didorong Presiden Donald Trump.

        Sebelumnya, Trump berulang kali menyatakan Iran telah mengulur waktu terlalu lama dalam proses negosiasi dan harus segera mengambil keputusan.

        Di tengah meningkatnya tekanan militer, Amerika juga mengklaim berhasil mempertahankan jalur energi vital dunia dari ancaman Iran.

        Hegseth menyinggung keberhasilan Operation Project Freedom, operasi yang disebut memungkinkan jutaan barel minyak melewati Selat Hormuz di bawah perlindungan Amerika Serikat tanpa gangguan dari Iran.

        Menurutnya, keberhasilan operasi tersebut menunjukkan keterbatasan kemampuan Iran dalam menghadapi dominasi militer Amerika di kawasan.

        "Komando ini memanfaatkan masa gencatan senjata dengan sangat efektif untuk menyempurnakan intelijen dan daftar target kami jauh melampaui fase awal operasi sebelumnya," kata Hegseth.

        Pernyataan itu memperlihatkan bahwa Amerika tidak hanya menggunakan kekuatan militer untuk merespons tindakan Iran, tetapi juga untuk membangun tekanan strategis yang dapat memengaruhi arah perundingan damai.

        Baca Juga: 'Pengganggu Timur Tengah Sudah Mati,' Amerika Klaim Iran Kini Cuma Bisa Omong Besar Tanpa Aksi

        Dengan serangan terbaru yang menyasar sejumlah wilayah penting Iran, Washington tampaknya ingin mengirim pesan bahwa pilihan Teheran semakin terbatas: menerima kesepakatan yang diinginkan Amerika Serikat atau menghadapi tekanan militer yang terus meningkat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: