Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Izin POD Terbit, Lapangan Ronggolawe SAKA Targetkan Onstream Akhir 2029

        Izin POD Terbit, Lapangan Ronggolawe SAKA Targetkan Onstream Akhir 2029 Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) resmi menyetujui Rencana Pengembangan Lapangan (Plan of Development/POD) Lapangan Ronggolawe PHE-7 di Blok Pangkah.

        Langkah ini diambil untuk mengakselerasi konversi cadangan hidrokarbon menjadi produksi guna memperkuat ketahanan energi nasional.

        Proyek yang dikelola oleh anak usaha Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT Saka Energi Indonesia (SAKA), tersebut ditargetkan mulai memproduksi minyak (onstream) pada akhir tahun 2029.

        Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi, menyatakan bahwa persetujuan rencana pengembangan ini menjadi pijakan penting bagi korporasi untuk mendongkrak performa produksi sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

        "Persetujuan POD ini merupakan langkah penting dalam upaya SAKA mengakselerasi pengembangan sumber daya migas menjadi produksi yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan," ujar Fuji Koesumadewi dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

        Pada masa puncak produksinya, Lapangan Ronggolawe diproyeksikan mampu menyumbang minyak hingga 5.126 barel per hari (Barrel Oil Per Day/BOPD).

        Secara keseluruhan, total sumber daya di lapangan ini diperkirakan mencapai 10 juta barel minyak yang siap dieksploitasi secara berkala hingga masa kontrak kerja sama selesai.

        Rencana pengembangan lapangan ini disusun berdasarkan basis data teknis yang kuat dari hasil evaluasi sumur appraisal RGL-3 pada tahun 2024.

        Sebelumnya, kandungan hidrokarbon di struktur Ronggolawe pertama kali ditemukan di lapisan CD Carbonate melalui sumur eksplorasi RGL-1 pada 2012 silam, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyerahan dokumen Penentuan Status Eksplorasi (PSE) pada 2025.

        Potensi komersial tersebut telah diuji melalui serangkaian evaluasi teknis operasional, mencakup Uji kandung lapisan (drill stem test), pengujian tekanan reservoir dan analisis laboratorium pada sampel fluida

        Untuk mengeksekusi proyek ini, SAKA bakal mengebor empat sumur pengembangan baru. Guna menghemat biaya, seluruh sumur tersebut nantinya diintegrasikan ke fasilitas produksi eksisting di Wilayah Kerja (WK) Pangkah melalui pipa bawah laut.

        Langkah ini direalisasikan lewat strategi unitisasi (penggabungan) antara WK Pangkah milik SAKA dan WK West Madura Offshore (WMO) yang dioperasikan oleh PT Pertamina Hulu Energi WMO. Kerja sama lintas wilayah kerja ini ditujukan untuk mempercepat monetisasi lapangan eksplorasi dengan tetap mengedepankan efisiensi biaya serta aspek keselamatan lingkungan kerja.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: