Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pasang Target Penjualan Rp1,95 Triliun, Intiland Siapkan Strategi Pertumbuhan Baru

        Pasang Target Penjualan Rp1,95 Triliun, Intiland Siapkan Strategi Pertumbuhan Baru Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Intiland Development Tbk. (DILD) menetapkan strategi konservatif pada 2026 dengan fokus memperkuat fundamental keuangan melalui penurunan utang, efisiensi operasional, serta peningkatan penjualan properti. Perseroan menargetkan marketing sales sebesar Rp1,95 triliun tahun ini, lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp1,61 triliun.

        Direktur Utama Intiland Archied Noto Pradono mengatakan strategi utama perseroan masih difokuskan pada deleveraging atau pengurangan utang untuk memperkuat struktur permodalan dan menjaga stabilitas usaha di tengah kondisi pasar properti yang masih selektif.

        “Penurunan jumlah utang menjadi salah satu pencapaian penting. Langkah ini membantu kami mengendalikan beban keuangan, memperkuat struktur permodalan, dan memberikan ruang yang lebih baik bagi Perseroan untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus menangkap peluang pertumbuhan ke depan,” kata Archied dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

        Sepanjang 2025, Intiland berhasil memangkas total utang sebesar 25% menjadi Rp3,08 triliun dari Rp4,11 triliun pada tahun sebelumnya. Pengurangan utang dilakukan melalui restrukturisasi pinjaman, percepatan pelunasan kewajiban, penjualan aset non-inti, serta pelunasan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II dan Tahap III Seri B.

        Selain memperkuat struktur keuangan, perseroan juga menempuh strategi efisiensi operasional dan keuangan guna menjaga profitabilitas serta mendukung transformasi bisnis secara bertahap.

        “Tahun ini, kami masih cenderung konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang ada. Pengembangan proyek baru tetap kami siapkan tetapi dilakukan sangat hati-hati, dengan mencermati peluang dan momentum yang tepat serta daya serap pasar," ujar Archied.

        Perseroan memproyeksikan pasar properti pada 2026 masih bergerak selektif. Namun, peluang pertumbuhan dinilai tetap terbuka terutama pada segmen perumahan dan kawasan industri yang masih menunjukkan permintaan relatif stabil.

        Untuk mendukung target penjualan, Intiland akan mengoptimalkan proyek-proyek yang telah berjalan, mempercepat penjualan stok siap jual, memperkuat pemasaran pada segmen perumahan dan kawasan industri, serta menyesuaikan program pemasaran dengan kebutuhan pasar.

        Perseroan juga menyiapkan sejumlah proyek baru secara selektif, termasuk rencana pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur dan peluncuran Tower E apartemen SQ Res pada semester II-2026.

        Baca Juga: Pasar Properti Cirebon Masih Bergairah, Penjualan Rumah Capai 45% Target

        Baca Juga: Industri Asuransi Umum Ditopang Properti, Premi Capai Rp8,47 Triliun

        Pada kuartal I-2026, Intiland membukukan pendapatan usaha sebesar Rp619,8 miliar atau turun 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

        Kontributor terbesar berasal dari pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar atau 37,5% dari total pendapatan. Segmen kawasan industri menyumbang Rp227,4 miliar atau 36,7%, diikuti segmen perumahan sebesar Rp121,9 miliar atau 19,7%, serta hunian bertingkat (high-rise residential) sebesar Rp37,9 miliar atau 6,1%.

        “Kami melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan nyata dan daya serap pasar yang lebih kuat. Strategi pemasaran dan pengembangan kami jalankan secara lebih terukur agar dapat mendukung pencapaian target kinerja sekaligus menjaga fundamental Perseroan tetap sehat,” kata Archied.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: