Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan menegaskan bahwa setiap anak berhak tumbuh dan bermain dalam lingkungan yang aman, bebas dari segala bentuk kekerasan.
Hal tersebut disampaikannya merespons kasus dugaan perundungan yang menimpa seorang anak laki-laki berusia enam tahun di Jakarta Pusat hingga mengalami koma akibat sengatan listrik.
“Kementerian PPPA telah berkoordinasi dengan Satpel Jakarta Pusat UPT PPPA DKI Jakarta untuk memastikan korban memperoleh layanan yang dibutuhkan. Sejumlah layanan awal telah diberikan, mulai dari psikoedukasi bagi anak dan keluarganya, pendampingan sosial, hingga konsultasi hukum bagi keluarga korban. Pendampingan lanjutan juga diperlukan untuk membantu memulihkan rasa aman dan kepercayaan diri anak pasca kejadian,” ujar Wamen PPPA, dikutip dari siaran pers Kemen PPPA, Jumat (12/6).
Hasil asesmen awal, Wamen PPPA menyampaikan korban berinisial MW mengalami benjolan dan memar pada bagian belakang kepala serta luka lecet pada kedua betis. Selain mengalami cedera fisik, korban juga menunjukkan dampak psikologis berupa ketakutan dan histeria ketika bertemu orang lain selain anggota keluarga. Kondisi tersebut memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.
Baca Juga: 75% Keluarga Manfaatkan Pengasuhan Luar Rumah, PPPA: Daycare Harus Diawasi Ketat
“Data layanan pengaduan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 menunjukkan bahwa sepanjang 2025 terdapat 96 korban anak dengan rentang usia 4–17 tahun mengalami kasus perundungan. Sementara itu, hingga Mei 2026, tercatat lima kasus perundungan dengan enam korban anak berusia 7–13 tahun yang dilaporkan melalui call center 129. Data aduan ini juga mencatat bahwa pelaku perundungan umumnya merupakan teman sebaya korban dan peristiwa tersebut banyak terjadi di lingkungan sekolah,” kata Wamen PPPA.
Kasus ini, menurut Wamen PPPA, tidak hanya berdampak pada kondisi fisik korban, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga, sekolah, masyarakat, dan tenaga profesional sangat penting untuk memastikan pemulihan berjalan optimal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya