Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ini Langkah Intervensi Sherly Tjoanda untuk Dongkrak Sektor Pertanian Maluku Utara

        Ini Langkah Intervensi Sherly Tjoanda untuk Dongkrak Sektor Pertanian Maluku Utara Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dalam beberapa tahun terakhir, sektor perikanan dan pertanian menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan komitmennya dalam memperkuat dua sektor unggulan tersebut melalui peningkatan infrastruktur, bantuan sarana produksi, hingga intervensi tata niaga.

        Komitmen tersebut disampaikan Sherly dalam sejumlah agenda kerja di berbagai wilayah Maluku Utara sepanjang Juni 2026.

        Saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-53 Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia di Ternate, Kamis (11/6/2026), Sherly memaparkan strategi besar pemanfaatan potensi perikanan Maluku Utara yang diperkirakan mencapai Rp10 triliun per tahun.

        Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah daerah adalah memperluas Program Kampung Nelayan Merah Putih. Pada 2026, jumlah titik intervensi program tersebut meningkat signifikan menjadi 30 lokasi, naik dari enam titik pada tahun sebelumnya.

        Melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan serta optimalisasi penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), pemerintah menargetkan bantuan mesin kapal dapat menjangkau hingga 1.000 nelayan setiap tahun.

        Selain bantuan alat tangkap, pemerintah juga akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di setiap lokasi Kampung Nelayan Merah Putih. Fasilitas tersebut akan dilengkapi dengan cold storage berkapasitas 10 ton dan pabrik es berkapasitas tiga ton guna mendukung rantai pasok hasil tangkapan nelayan.

        Tak hanya berfokus pada sektor kelautan, Sherly juga mendorong penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan daerah.

        Di sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Halmahera Utara, Selasa (9/6/2026), Sherly melakukan panen perdana cabai bersama kelompok tani setempat sekaligus menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk meningkatkan produktivitas pangan lokal.

        Dalam kesempatan tersebut, Sherly mengapresiasi upaya petani yang berhasil mengubah lahan tidur menjadi kawasan hortikultura produktif dan bernilai ekonomi.

        Menurutnya, optimalisasi pemanfaatan lahan memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekitar.

        Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyalurkan paket bantuan kepada sembilan kelompok tani berupa lima unit traktor tangan, empat unit cultivator, 12 paket benih tomat unggul, 200 kilogram pupuk NPK, satu unit hand sprayer, serta bantuan pestisida berupa fungisida dan insektisida.

        Dalam dialog bersama petani, salah satu persoalan utama yang mengemuka adalah fluktuasi harga komoditas hortikultura di pasar lokal.

        Menanggapi hal tersebut, Sherly menginstruksikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara untuk berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan intervensi tata niaga serta menyesuaikan harga acuan pembelian cabai di tingkat petani pada kisaran Rp50 ribu per kilogram.

        Selain persoalan harga, petani juga menyampaikan kebutuhan pembangunan jalan usaha tani untuk memperlancar distribusi sarana produksi dan hasil panen.

        Baca Juga: Sherly Tjoanda Yakin Perikanan Maluku Utara Hasilkan Rp10 triliun per Tahun, Bakal Bangun SPBUN di Kampung Nelayan

        Sherly menegaskan bahwa pemberian bantuan alsintan dan komitmen pembangunan infrastruktur pertanian merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap kesejahteraan petani.

        Ia berharap bantuan mekanisasi pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal dan digunakan secara bergiliran antarkelompok tani guna meningkatkan volume produksi, produktivitas lahan, serta kualitas hasil hortikultura.

        Rangkaian kegiatan tersebut ditutup dengan panen perdana cabai bersama tokoh masyarakat sebagai simbol penguatan sektor hortikultura dan langkah menuju kemandirian pangan di Maluku Utara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: