Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Terus Anjlok, Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan Berupa Telur

        Harga Terus Anjlok, Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan Berupa Telur Kredit Foto: Antara/Yusuf Nugroho
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah membuka opsi penyaluran bantuan pangan berupa telur ayam ras di tengah melemahnya harga telur yang saat ini masih berada di bawah harga pokok produksi (HPP).

        Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Suwandi, mengatakan langkah tersebut disiapkan untuk membantu menyerap produksi peternak sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

        Menurut dia, harga telur saat ini masih berada di bawah HPP sebesar Rp26.000 per kilogram. Di sejumlah daerah, harga telur bahkan tercatat hanya berkisar Rp19.000 hingga Rp24.000 per kilogram.

        "Jadi telur sekarang posisinya adalah harga di bawah HPP. HPP-nya Rp26.000. Nah sekarang ada yang di bawah Rp20.000, Rp19.000, Rp20.000, Rp23.000, paling tinggi baru Rp24.000," kata Suwandi dalam konferensi pers pemerintah, Rabu (17/6/2026).

        Suwandi menjelaskan penurunan harga terjadi karena serapan pasar berkurang selama periode libur Iduladha dan libur sekolah.

        Untuk membantu meningkatkan permintaan, Kementerian Pertanian telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) agar penyerapan telur melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat ditingkatkan.

        "Nah, Bapak Menteri sudah bersurat langsung ke Kepala BGN supaya menyerap. Kemarin itu libur Iduladha, libur sekolah, sehingga serapan telurnya berkurang," ujarnya.

        Selain melalui MBG, pemerintah juga menyiapkan opsi bantuan pangan berbasis telur sebagai instrumen stabilisasi harga.

        Baca Juga: BGN Tambah Kuota Serapan Tiga Kali Seminggu, Harga Telur Siap Kembali Meroket

        Baca Juga: Atasi Kerugian Peternak Petelur, Pemerintah Guyur Bantuan SPHP Jagung dari Bulog

        Menurut Suwandi, skema tersebut telah dibahas dan disepakati dalam rapat koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

        "Sudah diputuskan waktu rakor Menko Pangan bahwa pada saat tertentu dan kondisi tertentu nanti bantuan pangan itu tidak harus beras atau minyak goreng. Kalau harga jatuh seperti sekarang, bantuan pangan itu bisa berupa telur," katanya.

        Pemerintah berharap peningkatan penyerapan melalui MBG dan bantuan pangan dapat membantu mengangkat harga telur kembali mendekati HPP sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak ayam petelur.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: