Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hilirisasi Industri Sawit Nasional, Mentan Amran Tegaskan B50 Perkuat Pasar Domestik

Hilirisasi Industri Sawit Nasional, Mentan Amran Tegaskan B50 Perkuat Pasar Domestik Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kebijakan mandatori biodiesel B50 dinilai menjadi momentum paling strategis bagi masa depan industri perkebunan nasional. Penerapan program ini dipercaya bakal mengakselerasi program hilirisasi kelapa sawit secara masif dan terarah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan ketersediaan bahan baku domestik dalam kondisi yang sangat mencukupi. Pemusatan penyerapan minyak sawit untuk kebutuhan energi akan memperlebar pangsa pasar di dalam negeri.

“Program B50 akan semakin memperkuat hilirisasi sawit nasional. Produksi sawit kita terus meningkat, ekspor juga tumbuh, sementara pemanfaatan di dalam negeri melalui biodiesel semakin besar. Artinya, nilai tambah komoditas sawit semakin tinggi dan manfaat ekonominya semakin dirasakan oleh petani,” ujar Amran dalam keterangan pers resmi Kementan, Jumat (10/7/2026).

Dalam laporannya, Amran menjelaskan Kinerja industri sawit nasional pun menunjukkan tren yang positif. Produksi crude palm oil (CPO) sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton, meningkat dari 48,16 juta ton pada 2024 atau tumbuh 7,3 persen. Terlebih, ekspor meningkat dari 29,53 juta ton menjadi 32,34 juta ton, seiring semakin besarnya pemanfaatan sawit sebagai bahan baku biodiesel.

“Implementasi B50 menjadi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi industri sawit nasional. Meningkatnya pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel akan memperluas pasar domestik, meningkatkan nilai tambah komoditas, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani,” sambung Amran.

Peningkatan serapan industri biodiesel diyakini akan mengatrol volume permintaan Tandan Buah Segar (TBS) milik petani. Skenario komersial ini secara otomatis mengamankan posisi tawar harga jual di tingkat pekebun swadaya.

“Kementerian Pertanian akan terus meningkatkan produktivitas sawit melalui perbaikan budidaya, penggunaan benih unggul, peremajaan sawit rakyat, serta penguatan hilirisasi agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen terbesar dunia, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan petani dan perekonomian nasional,” tegas Amran.

Kementan berkomitmen memperkuat pendampingan manajemen pemeliharaan kebun kelapa sawit di berbagai daerah sentra. Hilirisasi terpadu ini ditargetkan menyumbang kontribusi maksimal bagi laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga: Prabowo Jawab Keraguan Soal B50: Dulu Dibilang Bisa Rusak Mesin, Kini Indonesia Klaim Berhasil Jadi Pelopor

Baca Juga: Prabowo: Mereka Tolak B50 karena Mau Impor, Bayangkan Komisi Rp34 Triliun Masuk Kantong Segelintir Orang!

Diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Peluncuran B50 menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sawit yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus diukur dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, terutama petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan nasional.

“Petani kita juga akan terus meningkatkan penghasilannya. Kita akan berhasil bila petani-petani kita hidupnya lebih baik. Saya juga mendapatkan laporan dari berbagai provinsi bahwa petani-petani kita sekarang meningkat. Pembelian motor dan mobil meningkat puluhan persen. Ada petani-petani sekarang umrah juga meningkat. Artinya mereka sekarang memiliki uang,” ujar Presiden Prabowo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra