Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos OJK Beri Pesan Khusus ke Direksi Baru Bursa Efek Indonesia

        Bos OJK Beri Pesan Khusus ke Direksi Baru Bursa Efek Indonesia Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta jajaran direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030 untuk memperkuat tata kelola bursa dan melanjutkan reformasi integritas pasar modal.

        Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan OJK telah memilih tujuh direksi terbaik dari 28 kandidat yang mengikuti proses seleksi. Para kandidat tersebut berasal dari empat paket calon yang diajukan kepada OJK.

        “Otoritas Jasa Keuangan telah memilih 7 direktur Bursa Efek Indonesia dari 4 paket yang mengajukan kepada OJK. Ada 28 orang yang sudah dilakukan fit and proper test di OJK dan alhamdulillah sudah terpilih 7 orang yang terbaik untuk masing-masing bidang,” ujar Friderica usai bertemu Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks DPR RI, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

        Friderica menyebut Jeffrey Hendrik ditetapkan sebagai Direktur Utama BEI. Sementara itu, Saidu Solihin ditunjuk sebagai Direktur Penilaian Perusahaan, Abdul Munim sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko, Umi Kulsum sebagai Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum, Iding Pardi sebagai Direktur Pengembangan, Yulianto Aji Sadono sebagai Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan, serta Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.

        Menurut Friderica, direksi baru BEI diminta berkomitmen memperkuat pengembangan bursa sekaligus menjaga keberlanjutan agenda reformasi yang telah dijalankan regulator dan self-regulatory organization (SRO) dalam beberapa tahun terakhir.

        “Dan ini semua kita harapkan dan juga kita minta mereka untuk berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk pengembangan Bursa Efek ke depan, mengedepankan tata kelola dan melanjutkan reformasi integritas di pasar modal karena semua akan melihat bagaimana keberlanjutan dari reformasi integritas yang kita lakukan,” katanya.

        Ia menegaskan penguatan integritas dan tata kelola menjadi faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia.

        Selain itu, OJK juga mengharapkan BEI dapat menjalankan fungsinya secara optimal dalam mendukung aktivitas investor, emiten, perusahaan efek, serta seluruh pelaku industri pasar modal.

        “Bagaimana Bursa Efek Indonesia ini bisa melaksanakan tugasnya dan juga bagaimana pasar modal Indonesia bisa menjadi rumah yang baik untuk seluruh baik itu untuk investor, untuk emiten, kemudian perusahaan efek dan semuanya sehingga kita kedepankan integritas tata kelola dan juga kita akan terus melakukan perbaikan-perbaikan sehingga akan menjadi pasar modal yang semakin maju, semakin berkembang dan bisa semakin menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Friderica.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: