- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Smelter Manyar Freeport Kembali Beroperasi September 2026, Kapasitas 1,7 Juta Ton Mulai Dikejar
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan Smelter Manyar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, kembali mengolah konsentrat tembaga mulai September 2026. Operasi tahap awal fasilitas pemurnian tersebut akan dilakukan dengan volume terbatas sebelum kapasitasnya ditingkatkan secara bertahap.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, mengatakan persiapan pengoperasian Smelter Manyar saat ini berjalan sesuai jadwal. Peningkatan utilisasi fasilitas pemurnian dilakukan secara bertahap mengikuti ketersediaan konsentrat.
"Saat ini semuanya berjalan sesuai jadwal. Pada kuartal II 2026 tingkat utilisasi meningkat menjadi sekitar 50 persen. Pada level tersebut seluruh konsentrat masih bisa diserap oleh smelter PT Smelting," ujar Tony saat ditemui usai penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan PTFI di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Tony menjelaskan, memasuki kuartal III 2026 tingkat utilisasi ditargetkan meningkat menjadi sekitar 65 persen. Pada tingkat tersebut, sebagian konsentrat mulai tersedia untuk dikirim dan diolah di Smelter Manyar.
"Kira-kira pada September 2026 smelter Manyar mulai berproduksi dan mengolah konsentrat kembali, meskipun masih dalam jumlah terbatas," katanya.
Sebelum Smelter Manyar kembali menyerap konsentrat, produksi yang tersedia pada tingkat utilisasi sekitar 50 persen masih dapat diolah oleh PT Smelting.
Smelter PT Smelting yang berlokasi di Gresik merupakan salah satu fasilitas pemurnian konsentrat tembaga yang digunakan PTFI. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1,3 juta ton konsentrat tembaga per tahun.
Sementara itu, Smelter Manyar yang berada di KEK JIIPE, Gresik, memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Fasilitas ini dibangun sebagai bagian dari pengembangan pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri.
Sebelumnya, fasilitas Smelter Manyar mengalami insiden kebakaran pada unit pabrik asam sulfat pada Oktober 2024 ketika masih dalam tahap commissioning. Setelah kejadian tersebut, fasilitas tersebut belum beroperasi penuh.
Tony menyebut peningkatan kapasitas operasi Smelter Manyar akan dilakukan secara bertahap. Tingkat utilisasi ditargetkan mencapai sekitar 65 persen hingga akhir 2026, meningkat menjadi 75 persen pada akhir semester I 2027, dan menuju 100 persen pada akhir semester II 2027.
Baca Juga: Freeport Beberkan Alasan Investor Global Lebih Pilih Arbitrase dalam Sengketa Bisnis
Baca Juga: GBC Mulai Pulih, Freeport Bidik Kapasitas Operasi 65% Semester II
Di sisi lain, ketersediaan konsentrat juga berkaitan dengan perkembangan produksi tambang Grasberg Block Cave (GBC). Sebelum mengalami gangguan operasional akibat insiden mud rush pada 2025, GBC menjadi salah satu area produksi tambang bawah tanah PTFI.
Setelah kejadian tersebut, produksi GBC dilakukan secara bertahap. Tony mengatakan produksi GBC saat ini sudah kembali berjalan, meski volumenya masih terbatas.
"Grasberg Block Cave sudah mulai berproduksi, tetapi volumenya masih terbatas. Produksi penuh dari Production Block 1 ditargetkan mulai pada akhir 2027," ujar Tony.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: