Zulhas Ungkap BGN Direm Sementara, Pemerintah Reset Program MBG Sebelum Diperluas Lagi
Kredit Foto: Istihanah
Pemerintah memilih menahan laju perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memfokuskan energi pada pembenahan internal Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum program tersebut dijalankan lebih luas.
Langkah itu diambil setelah muncul berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG yang dinilai perlu diselesaikan terlebih dahulu agar program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengakui bahwa saat ini BGN sedang menghadapi banyak tantangan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Karena itu, berbagai kegiatan baru yang belum berjalan diputuskan untuk dihentikan sementara sampai proses evaluasi dan perbaikan selesai dilakukan.
"Begini, ini masalahnya banyak sekali di BGN itu. Jadi sekarang internal dulu dibenahi, dilihat ya, sementara kegiatan lain disetop dulu. Yang lain yang baru-baru setop dulu," kata Zulhas kepada wartawan di Kompleks DPR RI, Jakarta.
Menurut Zulhas, fokus utama pemerintah saat ini bukan menambah cakupan program, melainkan memastikan fondasi pelaksanaan MBG benar-benar kuat.
Evaluasi juga dilakukan terhadap kelompok penerima manfaat agar bantuan yang diberikan benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi dari negara.
Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi siswanya secara mandiri tidak lagi menjadi prioritas penerima program.
"Fokus kepada misalnya ya, yang nggak perlu ya nggak usah. Sekolah-sekolah yang bagus memang nggak perlu ya nggak usah," ujarnya.
Selain menyisir penerima manfaat, pemerintah juga melakukan pembenahan tata kelola program secara menyeluruh.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah melakukan audit terhadap dapur-dapur penyedia MBG yang selama ini menjadi ujung tombak distribusi makanan kepada para siswa.
Audit tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas layanan dan keamanan pangan tetap terjaga di seluruh wilayah pelaksanaan program.
Menurut Zulhas, kasus keracunan yang sempat terjadi menjadi peringatan serius yang tidak boleh kembali terulang.
Pemerintah ingin memastikan setiap makanan yang disalurkan melalui MBG memenuhi standar keamanan dan kesehatan yang ketat.
Baca Juga: Guru Honorer Disarankan Tolak Hibah Motor Listrik BGN
"Nah kemudian tata kelolanya juga diperbaiki. Dapur ya, itu juga diaudit. Walaupun ini persoalan satu atau dua anak kita, nggak boleh terjadi keracunan lagi. Kalau ini sudah diperbaiki, nanti lebih lanjut baru (MBG) akan kita lanjutkan," kata Zulhas.
Pernyataan tersebut menandai perubahan strategi pemerintah dalam menjalankan MBG.
Alih-alih mempercepat ekspansi program, pemerintah kini memilih melakukan reset tata kelola terlebih dahulu demi memastikan keberlanjutan dan efektivitas program unggulan tersebut.
Jika seluruh proses evaluasi dan pembenahan selesai, pemerintah berencana melanjutkan pengembangan MBG dengan sistem yang dinilai lebih kuat, aman, dan tepat sasaran.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama