Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Uang Rp26,34 Triliun Digelontorkan, Ini yang Akan Diterima Rakyat

        Uang Rp26,34 Triliun Digelontorkan, Ini yang Akan Diterima Rakyat Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Masyarakat diperkirakan akan merasakan dampak langsung dari berbagai insentif ekonomi yang digelontorkan pemerintah pada semester II 2026.

        Mulai dari diskon transportasi, bantuan pangan, hingga subsidi sektor industri, seluruh program tersebut dirancang untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.

        Salah satu yang paling terasa adalah diskon tiket transportasi yang berlaku pada periode libur sekolah dan Natal Tahun Baru (Nataru).

        Untuk libur sekolah, pemerintah memberikan diskon tiket kereta api sebesar 30 persen pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

        Selain itu, tarif dasar kapal Pelni juga mendapat potongan 30 persen yang berlaku pada 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.

        Tidak hanya itu, pemerintah juga menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

        Di sektor penerbangan, pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.

        Insentif serupa kembali diberikan saat periode Natal dan Tahun Baru 2027 untuk menjaga mobilitas masyarakat tetap terjangkau.

        Diskon tiket kereta api 30 persen kembali berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.

        Sementara itu, diskon kapal Pelni 30 persen diterapkan pada 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.

        Pemerintah juga kembali menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan ASDP pada periode yang sama untuk mendukung arus transportasi akhir tahun.

        Di sektor industri, pemerintah memberikan pembebasan bea masuk impor LPG untuk industri petrokimia serta tarif bea masuk 0 persen untuk suku cadang pesawat.

        Sementara di sektor ketenagakerjaan, program magang dan vokasi diperkuat sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

        Di sektor perlindungan sosial, pemerintah menyalurkan bantuan pangan selama tiga bulan kepada 33,24 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

        Selain itu, pemerintah juga menjalankan program stabilisasi harga pangan melalui subsidi beras sebesar Rp2.000 per kilogram dengan kuota 250 ribu ton.

        Seluruh rangkaian kebijakan tersebut merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah dengan total anggaran Rp26,34 triliun untuk semester II 2026.

        Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp26,34 Triliun untuk Stimulus Ekonomi Semester II-2026, Ini Rinciannya

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stimulus ini mencakup berbagai sektor strategis untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

        “Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester II ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun. Stimulus insentif transportasi sekitar Rp2,04 triliun anggaran, magang dan vokasi sekitar Rp6,26 triliun, dan bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun,” kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

        Pemerintah menegaskan bahwa paket stimulus ini disusun untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: