Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Harap-harap Cemas, Tak Ada Jaminan Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Selesai Bulan Ini

        Pemerintah Harap-harap Cemas, Tak Ada Jaminan Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa Selesai Bulan Ini Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah belum dapat memastikan bahwa gangguan pasokan listrik berupa pemadaman bergilir di wilayah Jawa akan sepenuhnya terselesaikan pada bulan ini. Meski sejumlah langkah perbaikan telah dilakukan bersama PT PLN (Persero) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah mengakui dampak gangguan tersebut terhadap aktivitas ekonomi masih signifikan.

        Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemadaman listrik bergilir telah mengganggu produktivitas industri serta aktivitas usaha di sejumlah daerah terdampak. Karena itu, pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan PLN dan Kementerian ESDM untuk mempercepat penanganan masalah tersebut.

        Baca Juga: Dibongkar Pengacara, Jaksa Tawarkan Roy Suryo dan Dokter Tifa 'Jalan Mulus' di Kasus Ijazah Jokowi

        “Ya tentu sangat berpengaruh. Tapi kami sudah minta kemarin PLN, kami sudah rapatkan dengan Menteri ESDM. Harapannya Juni ini bisa diselesaikan,” ujar Airlangga, dikutip Selasa (23/6).

        Namun demikian, pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah belum memberikan kepastian penuh bahwa target penyelesaian gangguan listrik dapat tercapai sesuai harapan.

        Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya sempat menegaskan bahwa pasokan energi untuk pembangkit listrik PLN berada dalam kondisi aman dan tidak seharusnya menyebabkan pemadaman bergilir.

        “Insyaallah nggak,” kata Bahlil saat ditanya kemungkinan terulangnya pemadaman.

        Meski begitu, Bahlil mengakui terdapat kendala pada pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik PLN. Ia menyebut penurunan kualitas kalori batu bara domestik menjadi salah satu tantangan teknis yang sedang dicari solusinya.

        “Sampai dengan bulan Juni tadi kita sudah rapat itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium, kalori yang 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari kan semakin rendah. Nah ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya gak ada masalah,” ujarnya.

        Bahlil menambahkan, kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2026 mencapai sekitar 154 juta ton, dengan 134 juta ton di antaranya sudah dikontrak untuk menjamin pasokan pembangkit listrik nasional.

        “Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 juta sampai 20 juta ton yang belum. Jadi secara keseluruhan tidak ada masalah,” tandasnya.

        Baca Juga: Dibongkar Media Israel, Trump Diam-diam Ingin Gulingkan Netanyahu usai Ganggu Negosiasi Iran-Amerika

        Dengan kondisi tersebut, pemerintah masih terus mengupayakan stabilisasi sistem kelistrikan, namun belum memberikan jaminan pasti kapan pemadaman bergilir di Pulau Jawa dapat benar-benar dihentikan sepenuhnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: