Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        21 Startup RI Bertemu Investor, ITB Dorong Hilirisasi Riset Jadi Bisnis

        21 Startup RI Bertemu Investor, ITB Dorong Hilirisasi Riset Jadi Bisnis Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Bandung -

        Institut Teknologi Bandung (ITB) mendorong percepatan hilirisasi riset dan penguatan akses pendanaan startup melalui Bandung Startup Pitching Day (BSPD) 2026 yang mempertemukan 21 startup dengan 15 investor dan perusahaan modal ventura nasional.

        Kegiatan yang diselenggarakan The Greater Hub SBM ITB bersama Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB, Startup Bandung, Innovation Factory, Geek Hunter, dan Artha Enterprise itu digelar di Auditorium Nemangkawi SBM ITB, Rabu (24/6/2026).

        Mengusung tema “Impactful Innovation and Beyond”, BSPD 2026 menjadi forum yang mempertemukan startup hasil inkubasi dengan investor untuk mempercepat kolaborasi bisnis, investasi, dan pengembangan inovasi berbasis teknologi.

        Sejumlah investor yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Angin Foundation, BNI Ventures, Mandiri Capital Indonesia, Rahmania Islamic Social Ventures, Spill Ventures, TNYI, Telkomsel Ventures, MDI Ventures, Impacto, Hasan VC, Genesia Ventures, Init-6 Ventures, dan DSX Ventures.

        Koordinator The Greater Hub ITB sekaligus perwakilan SBM ITB, Dina Dellyana, mengatakan akses terhadap investor dan jaringan industri menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan startup di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin ketat.

        “Kami berharap acara ini dapat menjadi kesempatan bagi startup untuk terhubung langsung dengan para investor. Setiap masukan yang diberikan sangat berharga, tidak hanya selama sesi pitching berlangsung, tetapi juga setelah acara ini berakhir,” ujar Dina.

        Menurut dia, forum yang mempertemukan startup dan investor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan sekaligus memperbesar peluang startup memperoleh dukungan pendanaan dan akses pasar.

        Sementara itu, Deputy Director for Area Business Development DKST ITB, Melia Famiola, menilai perguruan tinggi perlu mengambil peran lebih besar dalam mengubah hasil riset menjadi produk dan layanan yang memiliki nilai ekonomi.

        “Perguruan tinggi perlu menjadi motor penggerak inovasi dengan menerjemahkan hasil riset menjadi solusi yang nyata, membawanya ke masyarakat dan pasar, memperluas dampaknya, serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” kata Melia.

        Ia menjelaskan hilirisasi hasil riset menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing nasional sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru berbasis teknologi.

        Menurut Melia, keberhasilan startup berbasis inovasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknologi yang dikembangkan, tetapi juga kemampuan menghubungkan inovasi tersebut dengan kebutuhan pasar dan sumber pembiayaan yang memadai.

        Baca Juga: Mahasiswa SBM ITB Uji Pasar dan Kembangkan Bisnis di GBF 2026

        Baca Juga: ITB Minta Maaf Usai Bobotoh Disebut Hama, Rektor Kutuk Narasi Provokatif

        Di sisi lain, Wakil Dekan Bidang Akademik SBM ITB, Eko Agus Prasetio, menilai ketidakpastian ekonomi global justru dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha rintisan untuk menghadirkan solusi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

        Melalui BSPD 2026, ITB berupaya memperkuat peran kampus sebagai penghubung antara riset, inovasi, industri, dan investor guna mempercepat lahirnya perusahaan rintisan yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Saepulloh
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: