Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir untuk Berdamai dengan Amerika Serikat: Semoga Mereka Sadar
Kredit Foto: Istimewa
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan masih membuka pintu diplomasi bagi Iran. Ia mengaku sengaja terus memberikan kesempatan bagi negara tersebut untuk mengakhiri perang keduanya di Timur Tengah.
Menurut Trump, dirinya tetap mengutamakan penyelesaian melalui jalur damai karena ingin menghindari jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar dari Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: UGM Ingin Tutupi Fakta Isu Keaslian Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Semakin Melawan, Semakin Tampak...
"Saya ingin memberi mereka setiap kesempatan terakhir sebelum pemenggalan kepemimpinan. Itu keputusan yang sangat sulit dilakukan," kata Donald Trump, dikutip Selasa (4/8/2026).
Trump mengatakan dirinya selalu berusaha memberikan peluang kepada pihak lawan untuk memilih jalan damai sebelum mengambil keputusan yang lebih ekstrem.
"Saya sangat bangga karena selalu memberi orang kesempatan. Ini adalah keputusan besar jika harus melakukan serangan sebesar itu terhadap sebuah negara," lanjutnya.
Presiden Amerika Serikat itu juga mengklaim telah dihubungi oleh Iran. Menurut Trump, komunikasi tersebut berisi permintaan agar dirinya membatalkan rencana serangan dan kembali memilih jalur perundingan dengan Iran.
"Semoga mereka sadar. Mereka menelepon saya dan berkata, 'Tolong jangan menyerang. Kami akan membuat kesepakatan.' Itulah kebenarannya, dan semua orang mengetahuinya," ujar Trump.
Meski mengaku siap mengambil tindakan militer apabila diperlukan, sang presiden juga menegaskan bahwa prioritasnya tetap menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa melalui penyelesaian diplomatik.
"Jika diberi kesempatan untuk membiarkan banyak orang tetap hidup, saya ingin memberikan kesempatan itu," ujarnya.
Trump juga menegaskan dirinya tidak berada dalam tekanan tenggat waktu untuk mengambil keputusan akhir terkait Iran.
"Saya tidak dibatasi oleh tekanan waktu," tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Iran Masoud Pezeshkian buka suara terkait dengan upaya diplomasi untuk menghentikan perang antara negaranya dengan Amerika Serikat. Washington menurutnya hanya perlu memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Teheran.
Menurut Pezeshkian, kepatuhan terhadap kesepakatan itu menjadi fondasi utama bagi hubungan Iran dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa nota kesepahaman tersebut akan menjadi pijakan penting dalam arah kebijakan luar negeri negaranya.
Baca Juga: Eks Wamenkumham: Jika Prabowo Jatuh, Kita Akan Punya Presiden Gibran
“Saya yakin memorandum ini akan menjadi pusat gravitasi hubungan luar negeri kita di masa depan,” ungkap Pezeshkian.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: