Fakta Baru Soal Pemadaman Bergilir di Jawa Bikin Kesal Pemerintah: Batu Bara Mau Habis Baru Teriak
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluapkan kekesalannya terhadap PT PLN (Persero). Hal ini menyusul terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Bahlil menilai perusahaan itu terlambat mengantisipasi persoalan pasokan batu bara yang menjadi salah satu faktor terganggunya sistem kelistrikan.
Menurut Bahlil, persoalan yang terjadi bukan semata-mata karena kurangnya pasokan batu bara nasional. Justru, pemerintah telah menjamin ketersediaan pasokan melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) yang memungkinkan perusahaan memperoleh batu bara dalam jumlah lebih dari kebutuhan tahunannya.
Baca Juga: Amerika: Israel Tak Akan Duduki Lebanon Jika Pemerintahan Mereka Bisa Amankan Wilayahnya Sendiri
PLN menurutnya memiliki kebutuhan batu bara dalam setahun berada di kisaran 154 juta metrik ton. Sementara dari kewajiban domestic market obligation para perusahaan tambang, perusahaan berpotensi mendapatkan pasokan hingga 180-190 juta metrik ton.
"Sudah ada komitmen pasokan sekitar 160 juta sampai 170 juta ton. Yang sudah dikontrak mereka mencapai 134 juta ton dan beberapa hari lalu sudah naik menjadi 141 juta ton," kata Bahlil.
Namun yang membuatnya heran, pasokan tersebut justru disebut mulai menipis pada pertengahan tahun. Kondisi itu dinilai tidak masuk akal mengingat kebutuhan tahunan seharusnya masih jauh dari batas konsumsi.
Bahlil menegaskan persoalan utama yang ditemukan bukan hanya soal volume, melainkan kualitas batu bara yang diterima pembangkit listrik. Batu bara dengan nilai kalori tinggi yang dibutuhkan untuk pencampuran ternyata tidak tersedia dalam jumlah ideal sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih besar.
Meski demikian, ia menilai persoalan tersebut seharusnya bisa diantisipasi sejak awal melalui perencanaan operasional yang lebih matang dari PLN.
"Nah kalau pemerintah sudah memberikan domestic market obligation, teknisnya kan ada di perusahaan. Jangan air sudah sampai di batang leher baru teriak," tegasnya.
Bahlil karenanya mengaku turun langsung mengawasi penyelesaian persoalan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Ia bahkan menyebut dirinya kini bertindak layaknya manajer proyek untuk memastikan sistem kelistrikan kembali stabil dan kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: Masyarakat Sedang Ditipu, Harga Bensin Seharusnya Turun Drastis Menyusul Redanya Perang Iran-Amerika
Pemerintah kini terus mengevaluasi tata kelola pasokan energi agar pemadaman bergilir yang sempat meresahkan masyarakat Jawa tidak kembali terjadi dalam waktu dekat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar