Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kenapa Manajer Kopdes Merah Putih Wajib Latihan Militer? Ini Kata Kemhan

        Kenapa Manajer Kopdes Merah Putih Wajib Latihan Militer? Ini Kata Kemhan Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Program latihan dasar militer (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) menuai sorotan luas, terutama setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pelatihan.

        Menjawab berbagai pertanyaan publik, Kementerian Pertahanan akhirnya menjelaskan alasan mengapa para calon pengelola koperasi tersebut harus mengikuti pembinaan bergaya militer.

        Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, tujuan utama latihan tersebut adalah untuk membangun karakter, mental, dan kepemimpinan yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi yang nantinya mengelola dana masyarakat.

        "Latihan bela negara dan manajerial ini diarahkan untuk membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, integritas, kerja sama, tanggung jawab, profesionalisme, kemampuan bekerja dalam tekanan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat," ungkap Ketut di kantor Kemhan.

        Baca Juga: Jokowi: Kita Lihat di 2029, PSI akan Jadi Partai Besar

        Ketut menjelaskan, keterampilan tersebut dianggap penting karena para peserta nantinya bertanggung jawab mengelola koperasi yang berhubungan langsung dengan perputaran uang rakyat.

        Menurutnya, kualitas kepemimpinan dan profesionalisme para manajer akan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan koperasi dalam memperkuat ekonomi masyarakat.

        Ia pun menegaskan bahwa pelatihan tersebut tidak menitikberatkan pada kemampuan fisik semata.

        "Penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pada pembentukan mental, karakter, tanggung jawab, daya juang, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah," ujarnya.

        Kemhan juga membantah anggapan bahwa kegiatan fisik dan materi semi-militer dalam latsarmil bertujuan mengubah para peserta menjadi anggota militer.

        Sebaliknya, seluruh rangkaian latihan dirancang untuk memperkuat mental, etika kerja, serta kesiapan menghadapi tantangan saat menjalankan tugas sebagai pengelola koperasi.

        Di sisi lain, Ketut memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah muncul laporan meninggalnya lima peserta SPPI selama mengikuti latihan dasar militer.

        Baca Juga: 5 Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Tegaskan Latsarmil Bukan Cetak Prajurit

        Kemhan berjanji akan memperbaiki sistem pelaksanaan pelatihan, termasuk menyesuaikan materi dengan kondisi kesehatan masing-masing peserta agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

        Sebagaimana diketahui, latsarmil menjadi sorotan publik setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia di satuan pendidikan TNI. Penyebab kematian para peserta beragam, mulai dari henti jantung, heat stroke, hingga tuberkulosis.

        Pemerintah memastikan evaluasi terhadap pelaksanaan latihan akan terus dilakukan agar tujuan pembentukan karakter tetap tercapai tanpa mengabaikan aspek keselamatan peserta.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: